......Dari jumlah pasien DBD keseluruhan, ada tiga orang yang meninggal......Jambi (ANTARA Jambi) - Sebanyak 398 warga Provinsi Jambi terserang penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) sejak 1-23 Januari 2016 karena daerah itu memasuki musim penghujan.
"Dari jumlah pasien DBD keseluruhan, ada tiga orang yang meninggal," kata Kepala Bidang Penanggulangan Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) Dinas Kesehatan Provinsi Jambi Kaswendi di Jambi, Kamis.
Tiga orang yang meninggal tersebut berasal dari Kota Jambi, Kabupaten Batanghari dan Merangin.
Jumlah kasus DBD yang terbanyak tetap terjadi di Kota Jambi sebagai daerah dengan kepadatan penduduk paling tinggi.
Hingga 23 Januari jumlah kasus DBD di Kota Jambi sudah mencapai 201 kasus, disusul Kabupaten Muara Bungo dengan 50 kasus.
Kemudian Kabupaten Muarojambi dengan 40 kasus, Kabupaten Merangin sebanyak 34 kasus, Tanjung Jabung Barat 22 kasus dan Batanghari 20 kasus DBD.
Selanjutnya Kabupaten Tanjung Jabung Timur sebanyak 14 kasus, Sarolangun delapan kasus, Kota Sungaipenuh tujuh kasus dan Kabupaten Tebo dua kasus. Sementara di Kabupaten Kerinci nihil.
Menurut Kaswendi, di musim hujan ini setiap warga harus selalu waspada terhadap ancaman DBD. Jika anak atau anggota keluarga demam, harus dicurigai sebagai DBD.
"Paling lama dua hari anggota keluarga demam, harus dibawa ke dokter. Ini untuk mengetahui apalah DBD atau tidak, lebih baik cepat periksa daripada terlambat ditangani," ujarnya.
Keterlambatan penanganan sering menyebabkan kematian karena trombosit menurun dan organ-organ vital dalam tubuh sudah mulai diserang.
Selain DBD, Kaswendi mengatakan di musim hujan, masyarakat perlu memperhatikan penyakit diare dan penyakit kulit yang disebabkan oleh genangan air yang terkontaminasi kuman penyakit.
"Tapi kalau diare saat ini tidak begitu banyak, karena masyarakat sudah mengkonsumsi air bersih untuk makan dan minum. Mayoritas sudah mengkonsumsi air galon," katanya.
Sementara itu, Dinkes Jambi belum mendirikan posko-posko kesehatan untuk antisipasi wabah selma musim banjir.
Kaswendi mengatakan pihaknya akan berkoordinasi dengan BPBD kabupaten/kota karena posko biasanya didirikan saat status siaga sudah ditetapkan. (Ant)
Pewarta: Dodi SaputraUploader : Azhari
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.