"Saya lahir dari pasangan non muslim, tapi saya juga diangkat oleh keluarga muslim," ujar Ahok di Pengadilan Negeri Jakarta Utara, Selasa.
"Ayah saya dengan ayah angkat saya bersumpah untuk menjadi saudara sampai akhir hayatnya. Kecintaan ayah angkat saya terhadap saya sangat berbekas terhadap diri saya sampai dengan hari ini," kata Ahok seraya terisak.
"Bahkan uang pertama S2 saya dibayar oleh kakak angkat saya," lanjut Ahok.
"Saya seperti orang yang tidak tahu berterima kasih apabila saya tidak menghargai agama dan kitab suci orang tua dan kakak angkat saya Islam yang sangat taat," kata Ahok.
"Saya sangat sedih saya dituduh menista agama Islam. Tuduhan itu sama saja dengan saya mengatakan saya menista orang tua angkat dan saudara-saudara angkat saya sendiri yang sangat saya sayangi dan juga sangat sayang kepada saya," tambah dia.
Dalam kehidupan pribadinya, Ahok mengatakan banyak berinteraksi dengan teman-teman yang beragama Islam, termasuk dengan keluarga angkatnya almarhum H. Andi Baso Amir yang dia sebut merupakan keluarga muslim yang taat.
Selain belajar dari keluarga angkat,
Ahok mengatakan juga belajar dari guru-guru yang taat beragama Islam
dari kelas 1 SD Negeri sampai dengan kelas 3 SMP Negeri.
Calon
Gubernur Jakarta bernomor urut dua tersebut menjelaskan dia tidak
berniat menista agama Islam dan menghina para ulama dalam pidato yang ia
sampaikan saat kunjungan kerja ke Pulau Seribu, tepatnya 27 September
2016.
Dalam tanggapannya, ia membacakan
salah satu subjudul dari buku yang ia tulis tentang penyalahgunaan surat
Al Maidah ayat 51 oleh para politisi.
"Bisa
jadi tutur bahasa saya yang memberikan persepsi atau tafsiran yang tidak
sesuai dengan apa yang saya lihat dan yang saya maksud. Ada oknum atau
elite yang berlindung di balik ayat suci. Mereka menggunakan surat Al
Maidah ayat 51 yang isinya melarang kaum nasrani dan yahudi menjadi
pemimpin mereka," kata Ahok.
Pewarta: Arindra MeodiaUploader : Ariyadi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.