"Jenisnya itu mortir, beratnya sekitar 60 kilogram dan masih aktif," kata Kapolsek Kepulauan Seribu Selatan AKP Bambang Budi Hastono saat dikonfirmasi, Minggu.
Mortir dari zaman perang Belanda-Jepang tersebut diduga tidak meledak saat dijatuhkan dari pesawat.
"Pada saat dijatuhkan dari pesawat itu tidak meledak, hanya kena pasir dan jatuhnya tidak tepat," kata Bambang.
Saat ini tujuh personel Tim Gegana yang dipimpin Wakaden Gegana Kompol Sully sudah berada di lokasi penemuan mortir tersebut.
Mortir tersebut rencananya hari ini juga akan dibawa ke menuju Dermaga 1 Marina Ancol.
Selanjutnya mortir akan dibawa ke Markas Gegana Petamburan untuk dinonaktifkan dan dimusnahkan.
Pewarta: Fianda Sjofjan RassatEditor : Syarif Abdullah
COPYRIGHT © ANTARA 2026