Jambi (ANTARA) - Menteri Pertanian RI Syahrul Yasin Limpo dalam kunjungan di Provinsi Jambi  menegaskan bawah petani adalah profesi  terdepan yang menjadi tulang punggung pemenuhan  pangan nasional. 

Pernyataan tersebut disampaikan Mentan dalam kegiatan Mentan Sapa Petani dan Penyuluh Pertanian (MSPP) di seluruh Indonesia yang dilakukan secara virtual di ruang Agriculture Operation Room (AOR) Balai Pelatihan Pertanian (Bapeltan) Provinsi Jambi saat kunjungan kerja di daerah itu. 

Mentan memberikan motivasi kepada seluruh penyuluh pertanian dan petani milenial. Menurut Mentan petani milenial merupakan orang-orang hebat yang turut serta membangun negeri.

“Di Indonesia ada 1,7 juta petani milenial yang memiliki sertifikat, dimana petani-petani milenial kita ini merupakan petani yang berpendidikan,” kata Syahrul Yasin Limpo.

Syahrul Yasin Limpo menjelaskan ada tiga hal mendasar untuk dapat bertani. Pertama petani milenial harus memiliki lahan yang jelas, bukan lahan yang bersengketa.

Kemudian petani milenial harus memiliki petani di lahan-lahan pertaniannya. Petani milenial merupakan mentor untuk petani-petani, dan menjadi mentor untuk rakyat bekerja. Dan yang ketiga petani milenial harus memiliki program, memiliki orientasi terhadap tanaman pangan yang akan di tanam.

Dimana petani milenial harus mampu membaca peluang apa jenis tanaman pangan yang laku di pasaran.

“Silahkan petani milenial berkreasi terhadap produk pertanian, Kementerian Pertanian siap mendukung petani-petani milenial,” kata Syahrul Yasin Limpo.

Selain menyapa petani dan penyuluh pertanian, Syahrul Yasin Limpo turut meresmikan ruang AOR Bapeltan Provinsi Jambi. Dengan hadirnya ruang AOR tersebut di harapkan pelatihan terhadap petani-petani di Provinsi Jambi dapat berjalan dengan lebih efektif.



Pewarta: Muhammad Hanapi
Editor : Syarif Abdullah

COPYRIGHT © ANTARA 2026