Kota Jambi (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Jambi menegaskan bahwa Ikatan Bidan Indonesia (IBI) menjadi pilar utama layanan kesehatan dasar dan memiliki andil besar dalam sejarah perjalanan sistem kesehatan nasional.
"Dalam konteks daerah, keberadaan IBI tidak hanya sebagai organisasi profesi, tetapi telah menjadi pilar utama dalam layanan kesehatan dasar, khususnya di lini terdepan pelayanan ibu dan anak," kata Sekda Provinsi Jambi Sudirman, saat melantik pengurus IBI Provinsi di Jambi, Senin.
Ia menjelaskan bidan adalah figur penting dalam siklus kehidupan manusia dari kehamilan, persalinan, pascapersalinan, masa menyusui, hingga tumbuh kembang anak.
Bahkan, di banyak daerah terpencil, bidan menjadi satu-satunya tenaga kesehatan yang bisa diandalkan oleh masyarakat.
Dengan tantangan dunia kebidanan dan kesehatan saat ini yang semakin kompleks, seperti masih tingginya angka kematian ibu dan bayi, ancaman stunting, keterbatasan akses layanan di wilayah pinggiran, dan tantangan literasi kesehatan masyarakat adalah beberapa persoalan nyata yang harus dihadapi bersama.
Dalam hal ini, kata Sudirman, kolaborasi antara pemerintah daerah, tenaga kesehatan, dan organisasi profesi seperti IBI menjadi sangat krusial. Peran IBI sebagai penggerak, pelindung, sekaligus penyambung aspirasi para bidan di lapangan, sangat dibutuhkan.
Pemerintah Provinsi Jambi memandang IBI sebagai mitra strategis dalam mempercepat pencapaian target pembangunan kesehatan.
Pemerintah Provinsi Jambi juga berkomitmen melalui salah satu program prioritas yaitu, penguatan sistem kesehatan primer dan kualitas pendidikan serta program jaringan majukan Jambi melalui jaminan kesehatan BPJS bagi keluarga miskin, bantuan gizi bagi ibu hamil, balita dan remaja dan gerakan masyarakat hidup sehat.
Langkah tersebut, guna peningkatan pelayanan kesehatan primer bagi masyarakat di wilayah Jambi.
Berdasarkan data, prevalensi stunting Provinsi Jambi tahun 2024 sebesar 17,1 persen lebih tinggi dibandingkan tahun 2023 sebesar 13,5 persen.
"Penanggulangan stunting menjadi perhatian bersama, saya berharap IBI dapat bersinergi dan berkontribusi bersama Pemerintah Provinsi Jambi untuk menurunkan angka prevalensi stunting di Provinsi Jambi," harap Sudirman.
Disisi lain, Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Provinsi Jambi Hesnidar Haris, mengatakan sebagai bidan diharapkan pola edukasi kepada masyarakat senantiasa ditingkatkan.
Menurut dia, bidan merupakan garda terdepan agar kualitas kesehatan masyarakat semakin baik.
"Suara bidan sangat didengar oleh masyarakat, apalagi di desa-desa. Organisasi bidan memiliki posisi strategis dalam mengurangi angka stunting, kematian ibu dan anak dan mencegah pernikahan dini," katanya.
Pewarta: Agus SuprayitnoEditor : Siri Antoni
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.