Kota Jambi (ANTARA) - Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Jambi membutuhkan dukungan pemerintah daerah untuk rencana pelebaran jalan menuju akses tol Pijoan tepatnya di kawasan Mendalo, Kecamatan Jambi Luar Kota, Kabupaten Muaro Jambi.
"Dari awal kita melihat dengan di buka tol Pijoan akan menimbulkan titik kemacetan, terutama di simpang Mendalo," kata Kepala BPJN Jambi, Dedy Hariadi di Jambi, Rabu.
Menurut dia, titik kemacetan terjadi di ruas jalan itu disebabkan faktor kepadatan kendaraan keluar masuk menuju pintu tol Pijoan, akibatnya sering macet.
Guna menyiasati kemacetan itu, Balai Jalan akan menyiapkan studi kelayakan (Feasibility study) terkait program pengembangan jalan dua jalur untuk memperlancar arus kendaraan.
Ia mengatakan, pengembangan jalan tersebut direncanakan sepanjang delapan kilo meter (km). Saat ini pihak BPJN tengah menyiapkan desain dan persiapan lahan.
Untuk mewujudkan keinginan tersebut, Balai Jalan meminta Pemerintahan Kabupaten Muaro Jambi membantu proses pembebasan lahan.
"Feasibility study siap, kalau lahan tidak siap itu susah," jelasnya.
Sebelumnya, anggota DPR RI, Edi Purwanto telah mengemukakan usulan pelebaran jalan di kawasan Mendalo untuk mengatasi kemacetan di sekitar kawasan kampus.
Keinginan tersebut di dorong oleh masukan dari masyarakat dan mahasiswa, mengingat di sekitar kawasan tersebut berdiri dua kampus negeri dengan mobilitas arus lalu lintas yang cukup tinggi.
Di waktu tertentu, saat jam kuliah pagi hingga sore, kawasan yang terintegrasi dengan pintu tol tersebut kerap terjadi kemacetan panjang bahkan sering kali menimbulkan kecelakaan.
