Kota Jambi (ANTARA) - PetroChina International Jabung Ltd. Jalin kerja sama dengan LPPM Universitas Jambi dan Balai Guru Tenaga Kependidikan (BGTK) Provinsi Jambi, mengadakan Pendidikan dan Pelatihan Bakal Calon Kepala Sekolah (BCKS) Kabupaten Tanjung Jabung Barat dan Kabupaten Tanjung Timur.
Pelatihan ini akan di ikuti puluhan BKCS dari kedua kabupaten tersebut dalam 10 hari ke depan.
Pembukaan diklat dilakukan oleh Bupati Tanjung Jabung Barat, Drs. H. Anwar Sadat, M.Ag, ditandai dengan pemasangan tanda peserta. Acara ini turut dihadiri oleh CSR & Community Development Supervisor PetroChina International Jabung Ahmad Ramadlan, PIC Kegiatan BCKS BGTK Provinsi Jambi Candra Irawan, S.Kom, M.Pd, Bunda Guru Tanjung Jabung Barat Hj. Fadillah Sadat, Sekretaris LPPM Unja Drs. Marzul Hidayat, MA, Ph.D, dan Kepala BGTK Provinsi Jambi Budi Hartono, S.Pd, M.Pd.
"Kegiatan ini hasil diskusi antara kami (perusahaan) dan pemerintah daerah merumuskan Kegiatan sebagai Program Pelibatan dan Pengembangan Masyarakat," kata CSR and Community Development Supervisor, PetroChina International Jabung Ltd, Ahmad Ramadlan di Jambi, Senin.
Bagi PetroChina program tersebut bukan kewajiban, tetapi bentuk investasi, demi menciptakan kualitas pendidikan di daerah operasi perusahaan.
Ramadlan menjelaskan, PetroChina adalah perusahaan Minyak dan Gas (Migas) yang berupaya menciptakan investasi melalui pendidikan, peningkatan mutu guru dan murid melalui beasiswa dan pembangunan infrastruktur.
PetroChina berharap, kegiatan itu melahirkan pemimpin sekolah yang visoner, mampu membawa perubahan dan meningkatkan mutu, hingga akhirnya bermuara pada peningkatan indeks pembangunan manusia (IPM).
"Kami hadir untuk memberikan, mari kita teruskan semangat kolaborasi, PetroChina respon terkait kegiatan ini," tegas Ramadlan.
Sekretaris LPPM UNJA, Marzul Hidayat, mendukung program pengembangan calon kepala sekolah. Menurut dia, kegiatan pengembangan profesi sangat penting, dalam mendukung terwujudnya SDM yang tangguh, profesional dan berdaya saing. Kegiatan seperti ini diharapkan dapat terus berlanjut, tidak hanya menyasar kepada calon kepala sekolah, tetapi hingga ke guru-guru demi menciptakan mutu pendidikan yang inklusif.
"Bangga dua kabupaten menjadi percontohan persiapan menjadi kepsek, kami berkomitmen, akan lahir kepsek visoner membawa komunitas sekolah menuju adaptif dan inklusif," tegas Marzul.
Kepala BGTK, Budi Hartono memberikan apresiasi kepada PetroChina telah memilih program tanggung jawab sosial melalui keikutsertaan memajukan pendidikan di Provinsi Jambi dengan memfasilitasi program pendidikan dan peningkatan mutu calon kepala sekolah.
Program tersebut menjadi cikal bagi kompetensi kepala sekolah dalam menerapkan sistem pendidikan yang baik di sekolah. Pelatihan ini merupakan cara yang di benarkan oleh aturan, kepala sekolah harus mengenyam pendidikan, agar setelah menjalani proses pendidikan, mereka bisa menjadi lokomotif dalam memajukan dunia pendidikan.
Karena pada prinsipnya, tingkat keberhasilan sekolah ditentukan oleh sistem yang dibuat oleh kepala sekolah. Serta dukungan dari dinas pendidikan dan pengawas sekolah.
"Ketika nanti lulus, kita berharap segera di definitifkan, karena yang mengikuti acara ini orang terpilih. Ikuti sebaik-baiknya, tidak semua orang bisa mengikuti, 60 orang ini yang terpilih, bapak ibu di pandang mampu, harus yakinkan itu bisa melampaui ekspektasi, jadi agen perubahan dan roll model. Pastikan perubahan itu dari diri kita sendiri, niatkan ini amal ibadah," kata Budi Hartono.
