Kota Jambi (ANTARA) - Gubernur Jambi mendorong Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Provinsi Jambi untuk mengambil peran strategis sebagai penggerak utama pembangunan sektor pertanian dan ketahanan pangan daerah.
"HKTI harus berperan sebagai lokomotif gerakan, jangan hanya menjadi penonton. Tugas HKTI adalah menyambungkan petani dengan pelaku usaha sehingga petani mendapatkan kejelasan pasar," kata Gubernur Jambi Al Haris di Jambi, Kamis.
Menurut dia HKTI tidak boleh hanya menjadi organisasi seremonial, melainkan harus hadir sebagai penggerak yang mampu menjembatani kepentingan petani dengan pelaku usaha.
Utamanya dalam mendukung program nasional, seperti Makan Bergizi Gratis (MBG), sebagai bagian dari upaya meningkatkan kesejahteraan petani dan memperkuat ketahanan pangan.
"Dengan sinergisitas yang kuat, kita harapkan petani semakin rukun dan sejahtera," ujar Al Haris.
Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) HKTI Provinsi Jambi Sutan Adil Hendra menegaskan komitmen organisasinya untuk bergerak aktif dalam mendukung program pemerintah daerah di sektor pertanian.
"HKTI bukan sekadar organisasi seremonial, kami melihat gubernur sangat konsentrasi terhadap pertanian. Gerakan beliau sangat cepat dalam membawa program pusat ke daerah," ungkap Sutan.
Sutan menjelaskan HKTI Jambi telah mempersiapkan sejumlah langkah konkret, salah satunya pembentukan Koperasi Garuda Tani yang akan menjadi mitra strategis bagi kelompok wanita tani.
"Gerakan tani makmur ini kami dorong untuk mewujudkan ketahanan pangan dan energi menuju Indonesia Emas 2045," jelas dia.
Pewarta: Agus SuprayitnoEditor : Siri Antoni
COPYRIGHT © ANTARA 2026