Jambi (ANTARA) - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Jambi telah menyentuh 446.087 penerima manfaat mulai dari anak bawah lima tahun (balita), ibu menyusui, pelajar tingkatan sekolah dasar hingga menengah yang tersebar 11 kabupaten kota di wilayah itu.
"Program makan bergizi ini sudah memberikan banyak perubahan, tidak hanya menyasar peningkatan gizi masyarakat, program ini juga terbukti mampu menekan angka pengangguran secara signifikan," kata Wakil Kepala MBG Sony Sanjaya di Kota Jambi, Sabtu.
Saat menghadiri rapat koordinasi para mitra, yayasan, tim pengawasan gizi dan keuangan hingga juru masak di Jambi, Sony mengungkapkan, dari 205 satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG) yang telah beroperasi di Jambi, tercatat mampu menyerap 9.635 pekerja.
Berdasarkan hitungan satu pekerja mendapat upah rata-rata Rp100 ribu per hari, maka total anggaran yang digelontorkan untuk honor pekerja mencapai sekitar Rp963,5 juta setiap harinya.
"Total alokasi dana untuk honor pekerja dari program ini di Jambi mencapai hampir satu miliar setiap harinya," tambahnya.
Tidak hanya berdampak pada sektor ketenagakerjaan, program MBG juga telah menjangkau ratusan ribu penerima manfaat.
Capaian ini menegaskan bahwa MBG sangar berperan sebagai penggerak ekonomi lokal melalui penciptaan lapangan kerja baru di daerah.
"Hingga saat ini, tercatat sebanyak 446.087 masyarakat Jambi yang sudah merasakan manfaat program tersebut, mulai dari balita, ibu hamil, hingga peserta didik," ujarnya.
Gubernur Jambi Al Haris menyampaikan bahwa pelaksanaan program MBG di Jambi terus menunjukkan perkembangan positif.
Hingga saat ini, terdapat 205 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), dengan rincian 173 unit telah beroperasi dan 32 unit siap operasional. Selain itu, sebanyak 302 satuan pelayanan masih dalam tahap persiapan dan survei lapangan.
Menurutnya, program MBG tidak hanya berdampak pada penanganan stunting, tetapi juga mampu menggerakkan sektor ekonomi lokal, khususnya bagi petani dan pelaku usaha.
Atas dasar itu, ia menekankan pentingnya peningkatan produksi pangan, terutama beras, guna mendukung keberlanjutan program tersebut.
"Dulu banyak yang menjual keluar daerah, sekarang cukup di Jambi saja sudah terserap. Ini tentu sangat membantu perekonomian daerah," jelas Al Haris.
Pewarta: Agus SuprayitnoUploader : Ariyadi
COPYRIGHT © ANTARA 2026