Sarolangun, Jambi (ANTARA) - BMKG Stasiun Meteorologi Kelas I Sultan Thaha Jambi memprediksi hujan dengan intensitas ringan hingga sedang dengan cuaca ekstrem masih berpotensi melanda Kabupaten Sarolangun, Provinsi Jambi.
"Kabupaten Sarolangun masih berpotensi hujan ringan hingga sedang yang umumnya berpotensi terjadi pada sore, malam, hingga dinihari," kata Prakirawan BMKG Jambi Muhammad Randy Herdyansyah HB di Jambi, Minggu.
Berdasarkan data yang dihimpun, menurut dia, hingga tiga hari ke depan potensi hujan masih terjadi di wilayah tersebut.
Dengan mempertimbangkan dinamika atmosfer yang masih signifikan dalam beberapa hari ke depan, kata dia, BMKG mengimbau masyarakat dan para pemangku kepentingan untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem yang dapat memicu bencana hidrometeorologi.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sarolangun Solahudin Nopri menambahkan sejumlah wilayah di Kabupaten Sarolangun terendam banjir akibat hujan yang mengguyur sejak Sabtu (25/4).
Wilayah yang terdampak meliputi Kecamatan Batangasai, Cermin Nan Gedang (CNG) dan Bathin VIII. Ratusan rumah terendam air dengan ketinggian mencapai dua meter akibat luapan Sungai Batang Asai dan Batang Tembesi.
Bahkan di sejumlah titik tinggi air menyentuh atap rumah warga di Desa Teluk Kecimbung, Kecamatan Bathin VIII.
Sementara itu Camat Batangasai Asmiati menyampaikan banjir berdampak di tujuh desa di wilayahnya. Akibat peristiwa itu satu jembatan penghubung antar-dusun roboh disapu banjir.
"Di Desa Pekan Gedang ada dua rumah hanyut terbawa arus air, dua unit alami rusak berat, tiga unit rusak ringan, dan ada sebanyak 93 KK yang terdampak banjir," ungkapnya.
Banjir juga merendam 12 rumah di Desa Pulau Salak Baru, 30 rumah di Desa Paniban, 19 bangunan di Desa Batu Empang. Selain itu 14 rumah di Desa Muara Pemuat dan tujuh rumah di Desa Simpang Narso, serta Pasar di Gerabak yang masih didata.
"Untuk laporan sementara ini baru itu data yang kami terima dari pihak desa. Saat ini sudah mulai surut, namun kami imbau warga yang di bagian hilir dan dekat dengan sungai untuk tetap waspada," ucapnya.
Kemudian banjir turut melanda Desa Teluk Kecimung, Kecamatan Bathin VIII (delapan). Kepala Desa Teluk Kecimbung Abu Nawas mengatakan banjir luapan Sungai Batang Tembesi mulai melanda wilayah tersebut sejak pukul 01.00 WIB pada Minggu dini hari.
Menurut dia, menjelang pagi kondisi air mulai meninggi dan merendam badan jalan hingga rumah warga. Bahkan di sebagian tempat ketinggian air hampir menutupi bangunan rumah warga.
"Pagi ini naik dua meter, data rumah terendam belum ada, diperkirakan ratusan rumah di Dusun I, III, dan IV Desa Teluk Kecimbung," jelasnya.
Pewarta: Agus SuprayitnoEditor : Siri Antoni
COPYRIGHT © ANTARA 2026