Jakarta (ANTARA) - Menteri Pertahanan (Menhan) Sjafrie Sjamsoeddin menyebut alasan pembentukan 750 batalyon baru hingga 2029, di antaranya untuk menekan angka kriminalitas dan memperkuat lingkungan sosial.
Sjafrie, saat rapat kerja dengan Komisi I DPR RI di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa menjelaskan kehadiran batalyon, khususnya teritorial pembangunan dapat membantu menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.
"Sebelum ada batalyon teritorial pembangunan, tadinya di kabupaten itu tidak ada pasukan, kosong. Apa yang terjadi? Begal, kriminal, itu besar sekali, tapi setelah kita berada di situ membangun pangkalan, sekian persen kriminalnya hilang," ucap dia.
Ia mengatakan salah satu tugas dari batalyon teritorial pembangunan adalah melakukan patroli keliling. Menurut dia, patroli tersebut bisa membangun sistem keamanan lingkungan sehingga kasus kriminalitas dapat dicegah.
Selain itu, Sjafrie menjelaskan pembentukan batalyon juga untuk penguatan lingkungan sosial. Dalam konteks itu, prajurit dari berbagai latar belakang keagamaan bisa bersama-sama dengan masyarakat untuk menjaga kehidupan sosial tetap harmonis.
"Jadi, masyarakat merasa agak hangat dengan keberadaan batalyon teritorial itu," tuturnya.
Di sisi lain, Menhan menyebut kehadiran prajurit di daerah juga dapat mendukung perputaran roda ekonomi masyarakat.
"Contoh, gaji yang paling kecil untuk seorang prajurit itu Rp6 juta satu orang. Kalau dia 1.000 orang dalam satu batalyon dan dia belanjakan Rp1 juta setiap bulan, berarti dia Rp1 miliar di desa dan di kecamatan tempat mereka. Saya lihat setiap saya datang ke batalyon-batalyon, banyak sekali bangunan kafe-kafe, warung-warung yang muncul. Berarti UKM (usaha kecil menengah) ini meningkat," ucap Sjafrie.
Dampak kehadiran batalyon di daerah juga disebut terasa pada aspek akses kesehatan. Kementerian Pertahanan dan TNI mengambil kebijakan satu prajurit donor darah tiga kali dalam setahun untuk membantu masyarakat tidak mampu.
"Kita bikin bank darah sendiri untuk menampung siapa yang ingin mengambil, memerlukan darah dari rakyat yang berada di bawah dan tidak dipungut bayaran. Darah yang dari prajurit gratis untuk kebutuhan kaum duafa," kata Sjafrie.
Sebelumnya, Kepala Dinas Penerangan TNI Angkatan Darat Brigjen TNI Donny Pramono menjelaskan rencana pembangunan 750 batalyon terdiri atas 593 batalyon teritorial pembangunan serta 157 satuan bantuan tempur dan bantuan administrasi.
Pewarta: Fath Putra MulyaUploader : Ariyadi
COPYRIGHT © ANTARA 2026