Kota Jambi (ANTARA) - Pemerintah Kota Jambi memperkuat program pendampingan dalam upaya pemberdayaan pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) guna meningkatkan kualitas produk agar mampu naik kelas dan mengikuti perkembangan tren pasar saat ini didominasi kalangan generasi Z (Gen Z).

"Kami melakukan pendampingan terkait kapasitas pelaku UMKM maupun kualitas produk dengan melakukan akurasi," kata Kepala Bidang Kelembagaan, Pengawasan, dan Pemberdayaan Pengembangan Koperasi dan Usaha Mikro Disnakerkopukm Kota Jambi Khairiansyah di Jambi, Selasa.

Pendampingan bagi pelaku UMKM melalui berbagai pelatihan, fasilitasi produk hingga mengikutsertakan pelaku usaha dalam ajang bazar. 

"Pendampingan ini diberikan secara gratis khusus bagi anggota UMKM binaan Disnakerkopukm Kota Jambi," katanya.

Pihaknya melakukan pendekatan pendampingan secara kelompok agar pembinaan lebih efektif dan tepat sasaran.

Berdasarkan data Disnakerkopukm Kota Jambi tahun 2025, tercatat sebanyak 21 kelompok UMKM binaan dengan total 818 anggota, terdiri atas 11 kelompok UMKM kecamatan dan 10 kelompok UMKM mandiri berdasarkan domisili usaha maupun tempat tinggal.

Sementara pada 2026 terdapat sekitar 14 kelompok baru yang mendaftar sebagai UMKM binaan di Disnakerkopukm Kota Jambi. 

Pihaknya juga menargetkan sebanyak 200 hingga 300 anggota UMKM baru akan mendapatkan pendampingan pada tahun ini. 

Program tersebut diharapkan mampu mendorong UMKM Kota Jambi naik kelas sekaligus memperkuat pertumbuhan ekonomi masyarakat daerah.

Ia juga mengatakan akurasi produk menjadi faktor penting agar UMKM mampu membaca minat pasar.

Upaya itu agar tidak tertinggal dari perkembangan produk makanan kekinian yang mudah populer melalui promosi digital dan media sosial. 

Saat ini, kata dia, target pasar didominasi oleh Gen Z yang cenderung menyukai produk yang kekinian.

"Target pasar adalah Gen Z dan mereka menyukai makanan kekinian," kata Khairiansyah.



Pewarta: Agus Suprayitno
Editor : Siri Antoni

COPYRIGHT © ANTARA 2026