Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria (Ariza) mengakui beberapa pejabat di DKI Jakarta terpapar Corona Virus Desease 2019 (COVID-19) meski dia tidak menyebutkan angka pastinya.



"Bicara pejabat, ya sama mau masyarakat, penjual, warga Jakarta, virus ini gak milih-milih. Untuk di DKI, saya belum tahu persis tapi memang ada (yang kena)," kata Ariza di Balai Kota Jakarta, Kamis.

Ariza menyebut para pejabat tersebut kena tidak di kantornya saja, tapi juga di rumah, fasilitas umum, pasar, dan lokasi lainnya.

"Namun untuk penutupan disesuaikan kenanya di mana," tuturnya.



Sementara itu, Sekretaris Daerah DKI Jakarta Saefullah menyebut sejumlah pejabat yang terkonfirmasi positif ini setelah beberapa pekan terakhir dilakukan uji usap (swab test) di lingkungan pegawai oleh pemprov, untuk memastikan masyarakat mendapatkan pelayanan secara aman dan nyaman.

"Dari tes swab itu, sejumlah pejabat hasil tesnya positif. Mereka yang diduga positif COVID-19 itu saat ini melakukan isolasi mandiri dan tetap menjalankan tugas dari rumah. Karena mereka tidak ada gejala apapun, sehingga mereka tetap bertugas meskipun tanpa interaksi langsung di kantor," ujar Sekda Saefullah.

Sementara itu, kata Saefullah, untuk pejabat eselon II lainnya di lingkungan Pemprov DKI Jakarta yang juga menjalani uji usap dan dinyatakan negatif COVID-19 serta dalam keadaan sehat dapat menjalankan tugasnya seperti sedia kala.



"Tentunya, dengan menerapkan protokol kesehatan saat beraktivitas," tutur Saefullah.

Adapun sejumlah pejabat yang dinyatakan positif COVID-19 tersebut, yaitu:
- Asisten Pemerintah Setda Provinsi DKI Jakarta, Reswan W. Soewaryo;
- Kepala Biro Pemerintahan Setda Provinsi DKI Jakarta, Premi Lesari;
- Kepala Biro Pendidikan Mental dan Spiritual Provinsi DKI Jakarta, Hendra Hidayat;
- Kepala Dinas Pertamanan dan Hutan Kota Provinsi DKI Jakarta, Suzy Marsitawati;
- Direktur Utama PD Pasar Jaya, Arief Nasruddin;
- Kepala Biro Penataan Kota dan Lingkungan Hidup, Afan Adriansyah Idris; dan
- Ketua TGUPP, Amin Subekti.

Saefullah menegaskan Pemprov DKI Jakarta terus berupaya memasifkan pengujian dan melakukan pelacakan selama masa pandemi COVID-19 agar memutus mata rantai penularan, serta mempersiapkan penanganan melalui kapasitas ruang isolasi maupun ICU di RS Rujukan khusus COVID-19 di Ibu Kota.

"Pemprov DKI Jakarta akan terus meningkatkan penerapan protokol kesehatan yang ketat di lingkungan pegawai. Di antaranya, penyemprotan disinfektan secara rutin, mewajibkan pegawai menggunakan masker, menjaga jarak minimal satu meter dan menyediakan tempat cuci tangan beserta sabun maupun hand sanitizer di berbagai lokasi yang mudah dijangkau pegawai," ucapnya.

Pewarta: Ricky Prayoga

Editor : Syarif Abdullah


COPYRIGHT © ANTARA News Jambi 2020