Pembelajaran Tatap Muka (PTM) di SMA Negeri 6 Jakarta Selatan dihentikan sementara setelah seorang siswa kelas X di sekolah tersebut terkonfirmasi positif COVID-19.

Kepala Suku Dinas Pendidikan Wilayah II Jakarta Selatanm Abdul Rachem, menjelaskan, seluruh kegiatan belajar di sekolah tersebut dihentikan sementara sejak Jumat hari ini.

"Iya SMAN 6 ditutup sementara mulai hari ini karena ada kasus COVID-19. Keterangannya nanti ya," kata Rachem saat dikonfirmasi di Jakarta, Jumat.

Menurut Rachem, selama ditutup selama kegiatan belajar mengajar dilakukan secara daring. Rachem juga meminta para orang tua siswa untuk bersama-sama memastikan protokol kesehatan kepada peserta didik guna menghindari kasus serupa.

"Ada tiga tingkatan. Anak itu tidak hanya dari sekolah, tetapi dari rumah, lingkungan, dan sekolah. Tri pusat pendidikan itu menjadi satu kesatuan yang harus sama-sama dipikirkan," katanya.

Di tempat terpisah, Kepala SMA Negeri 6 Jakarta, Wanito Handoyo, mengatakan, peniadaan PTM dilakukan selama lima hari ke depan, sehingga pada Rabu (19/1) sekolah mulai dibuka kembali.

Dia menegaskan, siswa itu terkonfirmasi positif COVID-19 pada Kamis (13/1), setelah Puskesmas setempat melaporkan hasil tes swab PCR.

"Hari Senin lalu pihak orang tua izin anaknya tidak masuk sekolah karena mau tes PCR, dab kemudian hari Kamis kemarin terkonfirmasi positif COVID-19" ujarnya.

Menurut Rachem, meskipun penularannya dari luar sekolah, tapi kegiatan PTM di sekolah tersebut dihentikan sementara selama lima hari. 

Peniadaan PTM di SMAN 6 Jakarta ini menambah daftar sekolah di Jakarta Selatan yang ditutup menjadi enam sekolah karena temuan kasus COVID-19.

Sebelumnya Rachem mengatakan sejumlah sekolah yang ditutup tersebut yakni, SMP dan SMA Labschool Kebayoran Baru, SMK Asisi Tebet, dan SMP Islam Andalus.
 

Pewarta: Sihol Mulatua Hasugian

Editor : Syarif Abdullah


COPYRIGHT © ANTARA News Jambi 2022