Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko mengatakan aparat keamanan jangan main-main dengan arahan yang sudah diberikan oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi).

"Kita itu ingin bahwa semua terkelola dalam good governance. Tidak ada yang main-main, jangan sampai Presiden sudah seperti ini, tapi di bawah masih main-main, kita tidak ingin itu," kata Moeldoko di lingkungan Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis.

Moeldoko mengatakan arahan Presiden Joko Widodo terhadap Kepolisian RI (Polri) pada Jumat (14/10) terkait peningkatan profesionalitas dan penghentian gaya hidup hedonisme patut diperhatikan oleh seluruh aparat, tidak hanya Polri.

Menurut Moeldoko, Kantor Staf Presiden (KSP) juga akan turut mengawasi agar arahan dari Presiden diterapkan dengan baik oleh jajaran Polri dan aparat lainnya.

"Kalau di Kejaksaan ada hal-hal seperti itu, saya juga telpon Jaksa Agung. Ini di lapangan seperti ini," kata dia.

Selama ini, kata Moeldoko, KSP sudah aktif untuk menerima laporan masyarakat terkait kinerja Polri. Dia mengatakan masyarakat dapat memanfaatkan aplikasi Lapor untuk memberikan laporan terkait keluhan pelayanan oleh Polri.

"Silakan lapor. Saya juga dapat banyak laporan dari bupati, perilaku aparat keamanan begini-begini. Apa yang saya lakukan, saya langsung telepon Kapolri," ujar dia.

Moeldoko menegaskan pengarahan dari Presiden harus dipedomani oleh seluruh aparat negara, bukan hanya kepolisian atau aparat penegak hukum lainnya.

"(Harus) semua kementerian juga. Itu amanat, jadi semua harus dijalankan karena bentuk-bentuk (pelanggaran) itu bisa terjadi dimana saja. Itu sebagai direction juga yang harus dijalankan," tutur Moeldoko.

Sebelumnya, Presiden Jokowi pada Jumat (14/10) memberikan arahan kepada perwira kepolisian untuk bekerja keras mengembalikan kepercayaan masyarakat yang telah turun drastis.

Jokowi juga mengingatkan saat ini situasi di semua negara sedang sulit, karena menghadapi gelombang dan badai ekonomi global.

Untuk itu, Jokowi mengingatkan kepada seluruh jajaran Polri untuk memiliki kepekaan terhadap situasi krisis (sense of crisis) yang sama. Jokowi juga mengingatkan agar jajaran Polri bisa lebih memperhatikan gaya hidupnya, agar tidak menimbulkan kecemburuan sosial dan menjadi sorotan masyarakat.

"Saya ingatkan masalah gaya hidup, lifestyle. Jangan sampai dalam situasi yang sulit ada letupan-letupan sosial, karena adanya kecemburuan sosial ekonomi," kata Jokowi.
 

Pewarta: Indra Arief Pribadi

Editor : Ariyadi


COPYRIGHT © ANTARA News Jambi 2022