.....Sekarang kita lihat belum ada pengamanan khusus oleh aparat kepolisian ketika kondisi antrean sudah mulai terlihat meningkat saat ini.....

Jambi (ANTARA Jambi) - Gejolak kepanikan warga Jambi akibat peningkatan harga bahan pokok kebutuhan masyarakat, menyusul isu kenaikan Bahan Bakar Minyak (BBM) telah mulai terasa sejak beberapa hari lalu. 

  Menyikapi kondisi ini, kata Warasdi Ketua Yayasan Lembga Konsumen Indonesia (YLKI) Jambi pemerintah semestinya telah lebih tanggap sejak awal.

Menurutnya, pemerintah semestinya melakukan aksi nyata seperti menginstruksikan aparat keamanan turun langsung merazia gudang-gudang di Kota Jambi dan sekitarnya, memeriksa kemungkinan terjadinya penimbunan oleh para spekulan.

"Sekarang kita lihat belum ada pengamanan khusus oleh aparat kepolisian ketika kondisi antrean sudah mulai terlihat meningkat saat ini, semestinya sudah ada aksi nyata secara langsung, bukannya sibuk beretorika dengan segala teori dan strategi pengamanan. 

Aksi nyata ini untuk memberikan keyakinan dan rasa aman pada masyarakat bahwa kenaikan BBM tidaklah semestinya disikapi dengan kepanikan, katanya. 

Diketahui, antrean panjang kendaraan mulai memadati sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kota Jambi.

Di beberapa SPBU di Kota Jambi seperti SPBU di KONI, SPBU Persijam, SPBU Sipin Ujung, SPBU Kebun Jeruk, SPBU Terminal Bus Simpang Rimbo, kendaraan antre mengisi bahan bakar.

Namun, pasokan BBM khususnya premium ke SPBU masih normal seperti biasa tanpa ada pengurangan dari Pertamina, hanya saja masyarakat sudah mulai panik maka pengisian bahan bakar ke SPBU-pun terjadi diluar kebiasaan. (T.KR.BS)  




Editor : Nurul

COPYRIGHT © ANTARA 2026