.....Dengan adanya Peraturan Menteri tersebut, para pengembang perumahan akan diwajibkan menggunakan lampu hemat dengan energi tenaga surya atau "solar cell".....Jakarta (ANTARA Jambi) - Pengembang perumahan (developer) akan diarahkan untuk memakai lampu "solar cell" atau lampu dengan memakai tenaga sinar matahari guna mendukung gerakan penghematan listrik secara nasional.
"Kami akan mengeluarkan Peraturan Menteri (Permen) yang mengatur penghematan energi untuk rumah tipe 36," kata Menteri Perumahan Rakyat Djan Faridz dalam keterangan tertulis Kementerian Perumahan yang diterima di Jakarta, Selasa.
Dengan adanya Permen tersebut, para pengembang perumahan ke depannya akan diwajibkan untuk menggunakan lampu hemat dengan energi tenaga surya atau "solar cell".
Diharapkan seluruh rumah tipe 36 pada masa mendatang akan dapat menggunakan lampu bertenaga surya berikut dengan berbagai lampu yang digunakan untuk penerangan jalan.
"Sedangkan PLN nantinya hanya dijadikan pendukung kalau ada masalah dengan solar cell," kata Menpera.
Lampu hemat energi bertenaga surya itu sangat mudah digunakan dengan cara meletakkan alat tersebut di atap rumah.
Setelah itu, lampu tersebut dapat disambung ke batere yang dimasukkan di atas plafon sehingga jika siang dapat menyimpan cahaya matahari sebagai energi ke dalam batere dan pada malamnya dapat digunakan untuk menyalakan lampu.
Apalagi, lampu bertenaga surya itu sebenarnya bisa ditemukan dengan mudah di pasaran tetapi penggunaannya masih belum banyak disosialisasikan secara nasional.
Bila program tersebut berhasil, selain sangat membantu upaya pemerintah melakukan penghematan, pengembang juga mendapat keuntungan tidak susah payah memungut biaya listrik dari penghuni perumahan yang telah memanfaatkan lampu hemat energi.
Menpera menjelaskan , biaya yang dikeluarkan hanya untuk investasi lampu serta biaya pemeliharaan untuk mengganti baterai serta peralatan sesuai umur ekonomis lampu yakni sekitar 5 -10 tahun.
(Tz.M040)
: Edy Supriyadi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.