....Museum harus dekat dengan hati masyarakat. Selain itu museum masuk mal, kami juga akan mengadakan museum mart. Itu akan jadi alat promosi agar masyarakat mengunjungi museum," katanya.
Jakarta (ANTARA Jambi) - Wakil Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Bidang Kebudayaan Wiendu Nuryanti mengatakan untuk menarik minat masyarakat akan sejarah bangsa maka Kemendikbud akan menggelar museum masuk mal.
"Saat ini, masyarakat lebih cenderung memilih jalan ke mal dibandingkan ke museum. Dalam waktu dekat, benda-benda koleksi museum akan dipamerkan di mal," ujar Wamendikbud di Jakarta, Selasa.
Pergelaran itu akan diadakan di lima kota dan menampilkan koleksi museum terutama menyangkut tengkorak manusia purba dari Sangiran atau yang dikenal Pithecantropus Erectus.
Wiendu menjelaskan, Indonesia sangat erat kaitannya dengan peradaban dunia. Oleh karena itu, sangat disayangkan jika masyarakat tidak mengetahui hal itu.
Museum harus dekat dengan hati masyarakat. Selain itu museum masuk mal, kami juga akan mengadakan museum mart. Itu akan jadi alat promosi agar masyarakt mengunjungi museum," jelas dia.
Ahli Museum, Luthfi Asito, mengakui masyarakat Indonesia memang belum begitu mencintai museum. Berbeda dengan masyarakat di luar negeri yang mencintai museum.
"Sangat sedikit museum yang ramai dikunjungi. Di Jakarta saja, museum yang paling ramai itu hanya museum Monas," jelas Luthfi.(Ant)
: Edy Supriyadi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.