.....Yang jelas, maksud Pemprov Jambi adalah baik dengan merelokasi Pasar Angsoduo yang ada saat ini agar lebih baik," tambahnya.....

Jambi (ANTARA Jambi) - Pemerintah Provinsi Jambi menegaskan akan tetap membangun Pasar Angso Duo meski belum ada persetujuan dari DPRD dan Pemerintah Kota Jambi.

"Kita berupaya menunggu pihak DPRD Kota Jambi. Pembahasan penghapusan aset Pemkot Jambi dan perjanjian kerja sama antara Pemprov dengan Pemkot Jambi saja yang seharusnya perlu dibahas dan diselesaikan," kata Sekda Provinsi Jambi Syahrasaddin di Jambi, Minggu.

Menurut dia, jika dua persoalan itu bisa berjalan, pembangunan Pasar Angsoduo bisa dimulai.

Namun apabila pembahasan menemui jalan buntu, maka Pemprov Jambi akan tetap membangun Pasar Angsoduo tanpa ada persetujuan dari DPRD maupun Pemkot Jambi. Artinya, pembangunan pasar itu menggunakan opsi lain.

"Pada areal pasar itu 'kan HP 9 dan HP 10. Ada HP 9 kalau tak salah yang kondisi kosong, itu yang kita bangun. Itu kan tak mempengaruhi, tanah itu kan milik Pemprov Jambi. Kita akan bangun sendiri kalau berlarut-larut," katanya.

Dasar persetujuan pembangunan Pasar Angsoduo dengan DPRD dan Pemkot Jambi adalah bangunan pasar lama (yang ada saat ini, red), sebab lokasi Pasar Angsoduo saat ini merupakan aset milik Pemkot Jambi.

"Yang jelas, maksud Pemprov Jambi adalah baik dengan merelokasi Pasar Angsoduo yang ada saat ini agar lebih baik," tambahnya.

Polemik pembangunan Pasar Angsoduo yang merupakan pasar terbesar dan bersejarah di Provinsi Jambi belum juga menemui titik terang.

Baik DPRD mampun Pemkot Jambi belum juga memberikan persetujuan atas rencana Pemprov Jambi itu.

Sebelumnya, Pemprov Jambi menyatakan sudah menggandeng sedikitnya tiga investor untuk merelokasi Pasar Angsoduo seluas kurang lebih lima hektare itu ke lokasi baru yang tak jauh dari bangunan Pasar Angsoduo saat ini.

Bahkan, dari hasil perhitungan, pembangunan Pasar Angsoduo yang baru tersebut diperkirakan akan menelan anggaran sekitar Rp150 miliar.(Ant)



Pewarta: Bangun Santoso
: Edy Supriyadi

COPYRIGHT © ANTARA 2026