Jambi (ANTARA) - Tanggal 1 April, merupakan tanggal bersejarah bagi Universitas Jambi (Unja) sebagai tanggal dies natalis perguruan tinggi itu, dan pada 1 April 2019 ini genap berusia 56 tahun.

Tanggal 1 April 1963,  Universitas Negeri Jambi  dikukuhkan dengan Surat Keputusan Menteri PTIP Nomor 25 Tahun 1963 tanggal 23 Maret 1963.

Unja yang kini dipimpin Rektor Prof H Johni Najwan SH MH Ph.D memiliki sejarah panjang untuk mewujudkan sebuah perguruan tinggi negeri di Provinsi Jambi.  Dan saat ini Universitas Jambi telah mewujud menjadi salah satu ikon bidang  di bumi "Sepucuk Jambi Sembilan Lurah" itu.

Saat ini Unja memiliki sejumlah lokasi kampus dengan dua kampus utama yakni di Kampus Pinang Masak di Mendalo Kabupaten Muarojambi serta di kawasan Telanaipura Kota Jambi. Sedangkan sejumlah kampus lainnya tersebar di sejumlah lokasi di Kota Jambi, Kabuputen Muarojambi, Batanghari, Sarolangun dan Muarasabak.

Berdasarkan catatan sejarah  yang dikutif dari laman resmi Universitas Jambi (Unja) pada tahun 1960, berdiri Akademi Perniagaan Djambi yang bernaung di bawah Jajasan Perguruan Tinggi Djambi.

Yayasan ini didirikan atas prakarsa tokoh-tokoh masyarakat dan Pemerintahan Jambi waktu itu dan diketuai oleh R Sudarsono yang waktu itu menjabat sebagai Walikota Jambi.

Selanjutnya pada tahun 1961, Akademi Perniagaan Djambi berubah menjadi Fakultas Ekonomi bersamaan dengan pendirian Fakultas Hukum, keduanya berafiliasi ke Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia.

Berbekal dengan adanya dua Fakultas tersebut, tokoh-tokoh masyarakat dan Pemerintah Daerah Jambi memperjuangkan berdirinya sebuah perguruan tinggi di Jambi melalui Panitia Persiapan Pendirian Universitas Negeri Jambi.

Dengan Keputusan Menteri PTIP Nomor 105 Tahun 1962 tanggal 15 Agustus 1962 dibentuklah Panitia Persiapan Pendirian Universitas Jambi. Panitia ini diketuai oleh Kolonel M.J. Sigedekane, yang pada waktu itu adalah Gubernur Provinsi Jambi.

Hasil kerja Panitia ini adalah berdirinya pada tanggal 1 April 1963 Universitas Negeri Jambi yang dikukuhkan dengan Surat Keputusan Menteri PTIP Nomor 25 Tahun 1963 tanggal 23 Maret 1963.

Panitia Persiapan Pendirian Universitas Negeri Jambi kemudian membuka dua Fakultas Baru yaitu Fakultas Pertanian dan Fakultas Peternakan, sehingga pada saat diresmikan tanggal 1 April 1963, Universitas Negeri Jambi memiliki empat Fakultas yaitu Fakultas Ekonomi, Fakultas Hukum, Fakultas Pertanian dan Fakultas Peternakan.

Mulai saat itu, tanggal 1 April dijadikan sebagai tanggal Dies Natalis Universitas ini.

Dalam tahun 1966 keluar Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 148 yang menetapkan berdirinya Universitas ini dengan nama Universitas Jambi.

Namun karena suatu dan lain hal Surat Keputusan Presiden tersebut tidak sampai di Jambi, maka selama bertahun-tahun hingga keluarnya Keputusan Presiden Nomor 41 Tahun 1982 Universitas ini bernama Universitas Negeri Jambi.

Keputusan Menteri PTIP Nomor 25 Tahun 1963 di samping menetapkan berdirinya Universitas Negeri Jambi, menetapkan suatu Presidium yang bertugas memimpin Universitas ini yaitu Kolonel MJ Singedekane selaku Gubernur Jambi yang tadinya menjabat Ketua Panitia Persiapan.

Masa kepemimpinan Universitas dengan sistem presidium ini berjalan dari awal berdirinya tahun 1963 sampai tahun 1977. Sistem ini berakhir dengan diangkatnya Drs Kemas Mohamad Saleh sebagai Pejabat Rektor oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia.

Terus Berbenah

Pada usia ke-56 tahun saat ini, Unja memiliki fakultas keguruan dan ilmu pendidikan, fakultas hukum, fakultas ekonomi dan bisnis, fakultas pertanian, fakultas kesehatan masyarakat, fakultas peternakan, fakultas sains dan teknologi, fakultas kedokteran dan ilmu kesehatan, fakultas ilmu sosial dan politik, fakultas ilmu budaya, fakultas peternakan dan fakultas keolahragaan.

Unja juga memiliki program pascasarjana, jenjang diploma dan jenjang pendidikan profesi.

Peningkatan kualitas dan akreditasi juga terus berlanjut, termasuk pada tahun 2019 sehingga menjawab tantangan dan tuntutan dari masyarakat.  Salah satunya peningkatan akreditasi Fakultas Kedokteran yang tahun 2018 lalu mendapatkan akreditasi B BAN-PT.

Momen penting lainnya dari perjalanan Universitas Jambi, adalah setahun lalu, tepatnya November 2017 resmi bertranformasi menjadi perguruan tinggi  Badan Layanan Umum (BLU). Setahun selepas dari status satuan kerja (satker), Unja langsung meraih predikat perguruan tinggi BLU terbaik, yang merupakan salah satu pencapaian yang signifikan.

Pimpinan universitas juga terus mendorong peningkatan kualitas SDM melalui berbagai program, salah satunya mendorong para peneliti perguruan tinggi untuk untuk lebih aktif menulis jurnal ilmiah yang dipublikasikan di jurnal terakreditasi. Selain itu, Unja juga merintis pembentukan jurnal ilmiah yang terakreditasi nasional dengan mendatangkan pakar yang memiliki kapasitas yang diakui dalam melahirkan jurnal ilmiah.

Pengembangan jejaring dengan lembaga nasional maupun internasional terus digenjot. Hasilnya beberapa program bergulir mulus dalam bentuk kerja sama penelitian, pertukaran mahasiswa dan dosen. Selain itu sejumlah penandatanganan kerja sama dilakukan dengan sejumlah perguruan tinggi, lembaga pemerintahan, perusahaan, lembaga sosial serta lembaga penelitian dalam dan luar negeri.

Selain pengembangan kapasitas SDM pengajar, Unja juga memfasilitasi pengembangan kemampuan dan potensi mahasiswa melalui berbagai program seperti MTQ mahasiswa, kejuaraan bidang olahraga, lomba debat, lomba blog, program kuliah kerja lapangan, KKL ASEAN, seminar, lokakarya serta berbagai kegiatan lainnya.

Sementara itu peningkatan infrastruktur juga menjadi perhatian dari pimpinan perguruan tinggi itu. Unja mendapat bantuan dari Asian Development Bank (ADB) untuk  pembangunan infrastruktur perguruan tinggi itu, sehingga dipastikan tidak ada lagi bangunan mangkrak di kompleks kampus. Gedung Rektorat pun berdiri megah di Kompleks Unja Pinang Masak di Mendalo.

Kompleks Kampus juga terus ditata melalui berbagai terobosan mulai dari penataan kawasan taman dan fasilitas pendukungnya hingga penataan kawasan parkir dengan melibatkan pihak ketiga yang kompeten dalam pengelolaan perparkiran.

Komitmen membentengi mahasiswa dan kampus itu dari  faham radikal dan pengaruh narkoba juga dibuktikan secara aktif. Sejumlah tokoh pemerintahan, TNI, Polri, MPR, DPR, DPD-RI serta lembaga lainnya hadir memberikan kuliah umum dengan tema peningkatan wawasan kebangsaan dan bela negara.

Dalam perekrutan mahasiswa baru, Unja juga komitmen membuka pintu prioritas bagi putra-putri Jambi untuk berkuliah di kampus itu. Bahkan sebagai kegiatan rutin tahunan, para petinggi Unja melakukan roadshow ke daerah untuk mensosialisasikan SNMPTN, SBMPTN dan SMMPTN guna menyerap sebanyak-banyaknya mahasiswa asal Provinsi Jambi.(Antara/unja.ac.id)





 

Pewarta: Syarif Abdullah
Editor : Syarif Abdullah

COPYRIGHT © ANTARA 2026