Kota Jambi (ANTARA) - Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Jambi tengah mengupayakan pembangunan jembatan duplikasi Jembatan Batanghari 1 demi kelancaran lintas timur Sumatera itu.
"Pembangunan jembatan persis disamping Jembatan Batanghari 1, sebenarnya kita sudah lempar usulan itu," kata Kepala BPJN Jambi Dedy Hariadi di Kota Jambi, Kamis.
Dia menjelaskan jembatan duplikasi tersebut diproyeksikan mampu mengurai kepadatan kendaraan yang melintasi Jambi menuju Provinsi Riau maupun sebaliknya dari Riau menuju Sumatera Selatan (Sumsel).
Berdasarkan kajian, jembatan duplikasi tersebut akan ada dua pilihan untuk pengaturan lalu lintas di pangkal jembatan. Pilihan pertama akan dilengkapi simpang susun (intechange) dan jalan terowongan (underpass).
Ia mendorong Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jambi menyiapkan pembebasan lahan, sebagai bentuk keseriusan pemerintah daerah menginginkan percepatan pembangunan jembatan duplikasi tersebut.
Ia mengatakan gambar rencana pembangunan jembatan sudah pernah dibuat pada 2023. Namun, pembangunan belum bisa dilaksanakan karena Kementerian Pekerjaan Umum (PU) belum mengalokasikan anggaran untuk pembangunan jembatan baru.
Berdasarkan analisis, pembangunan jembatan tersebut menelan anggaran sebesar Rp315 miliar dengan bentang panjang jembatan mencapai 500 meter.
"Gambar rencana sudah ada, kita akan mencoba merubah untuk penyesuaian, agar ketinggian aman untuk pelayaran," kata Deddy.
Gubernur Jambi Al Haris mendukung rencana pembangunan jembatan duplikasi Jembatan Batanghari 1 yang dirancang oleh BPJN Jambi, mengingat lalu lintas kendaraan yang melalui Jembatan Batanghari 1 padat, apalagi saat jam kerja pagi dan sore hari.
"Butuh segera itu jembatan baru, mendukung lalu lintas di situ," kata dia.
