Bungo, Jambi (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bungo, Jambi siaga penuh di empat kecamatan karena masuk zona rawan longsor menyusul tingginya intensitas hujan yang masih melanda di wilayah tersebut. 

"Kondisi hari ini masih hujan, untuk longsor yang terjadi sebelumnya sudah berhasil kita tangani," kata Kepala BPBD Kabupaten Bungo Zainadi di Bungo, Jumat.

Ia menjelaskan bahwa hingga hari ini hujan masih terus mengguyur wilayah Kabupaten Bungo.

Menyikapi potensi bencana banjir dan tanah longsor jajaran Pemerintah Kabupaten Bungo bersama forum komunikasi pimpinan daerah (Forkopimda) saat ini tengah menggelar rapat menyusun langkah strategis terkait penanganan bencana.

Sebagai langkah antisipasi, BPBD menegaskan telah memetakan sejumlah titik yang dinilai rawan terjadi longsor susulan. Wilayah rawan longsor di daerah itu meliputi Kecamatan Tanah Sepenggal, Limbur, Bathin III Ulu dan Kecamatan Rantau Pandan.

Pihak BPBD dan tim gabungan memastikan telah menyiagakan personel untuk melakukan patroli rutin di wilayah-wilayah tersebut guna memantau perkembangan situasi secara langsung.

Zainadi menghimbau kepada seluruh masyarakat, khususnya yang bermukim di daerah perbukitan atau kawasan rawan longsor, agar tetap waspada dan berhati-hati, terutama saat hujan turun dengan intensitas tinggi dalam durasi yang lama. 

Sebelumnya pada Rabu (13/5) musibah tanah longsor menimbun satu rumah warga dan menyebabkan dua korban meninggal dunia di Kelurahan Empelu, Kecamatan Tanah Sepenggal.

Berdasarkan data, akibat peristiwa itu seorang ibu rumah tangga atas nama Suryani (40) mengalami luka berat berupa patah kaki setelah tertimbun material longsor di area dapur rumah.

Korban berhasil dievakuasi dan langsung dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan medis.

Sementara itu, anak korban bernama Revita (10), pelajar kelas 4 SD ditemukan dalam kondisi meninggal dunia saat dievakuasi karena tertimbun material longsor.

Sedangkan Arya (5), adik korban sempat dievakuasi dalam kondisi kritis dan dibawa ke RSUD Muara Bungo, namun nyawanya tidak tertolong dan dinyatakan meninggal dunia.

"Kita (hari ini), sedang melakukan rapat terkait langkah penanganan, warga yang tinggal di wilayah rawan longsor diimbau berhati-hati dan selalu waspada," katanya mengimbau.

 

 



Pewarta: Agus Suprayitno
Editor : Siri Antoni

COPYRIGHT © ANTARA 2026