Jambi (ANTARA) - Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) bekerjasama dengan Universitas Jambi (Unja) secara resmi menjalin kolaborasi strategis untuk memperkuat sektor industri kelapa sawit nasional.

"Melalui penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) kedua pihak, BPDP memberikan beasiswa penuh kepada 30 mahasiswa Program Studi D3 Analis Kimia, Fakultas Sains dan Teknologi (FST) Unja guna meningkatkan Sumber Daya Manusia (SDM) unggul dan berkompeten," kata Kaprodi D3 Analisis Kimia Unja, Dhian Eka Wijaya, di Jambi Kamis.

Pemilihan Universitas Jambi, khususnya Program Studi D3 Analis Kimia, sebagai mitra strategis BPDP didasari oleh pertimbangan yang sangat matang. BPDP melihat peran vital lulusan prodi ini dalam mendukung agenda besar nasional, yaitu hilirisasi kelapa sawit.

Kompetensi mereka sebagai ahli kimia diyakini akan menjadi kunci untuk mengolah produk sawit menjadi komoditas bernilai tinggi. Selain itu, BPDP juga terkesan dengan komitmen kuat Unja dalam memastikan setiap mahasiswa mendapatkan kualitas pendidikan terbaik, meyakinkan bahwa investasi mereka pada sumber daya manusia tidak akan sia-sia.

Dhian Eka Wijaya menegaskan bahwa beasiswa ini merupakan hal yang krusial bagi kelangsungan prodi yang menurutnya, Prodi dan beasiswa ini sangat relevan dengan kebutuhan industri saat ini, khususnya terkait wacana hilirisasi kelapa sawit yang sedang digencarkan pemerintah.

“Beasiswa ini sangat penting demi keberlangsungan Prodi D3 Analis Kimia. Selain itu, Beasiswa ini juga sangat relevan bagi kami karena proses hilirisasi (wacana pemerintah), terkait kelapa sawit yang sangat memerlukan tenaga siap kerja dari lulusan analis kimia,” katanya.

Beasiswa yang diberikan BPDP kepada mahasiswa D3 Analis Kimia ini bersifat komprehensif, mencakup seluruh kebutuhan akademis dan penunjang selama masa studi. Bantuan tersebut tidak hanya menanggung biaya pendidikan, tetapi juga biaya sertifikasi, biaya hidup, hingga biaya transportasi.

Beasiswa ini akan mulai berlaku pada semester ganjil tahun ajaran 2025/2026 dan akan menanggung penuh seluruh biaya studi selama tiga tahun dan berharap kerja sama dengan BPDP dapat berlanjut.

Menurutnya, pelaksanaan program di tahun pertama akan menjadi tolok ukur utama bagi keberlanjutan kemitraan di masa depan dan menekankan pentingnya dukungan penuh dari pihak universitas, khususnya dalam memastikan ketersediaan sarana prasarana yang memadai.

Kemitraan antara Unja dengan BPDP ini tidak hanya menjadi solusi bagi keberlanjutan Program Studi D3 Analis Kimia, tetapi juga merupakan langkah konkret dalam mendukung agenda nasional hilirisasi kelapa sawit.

"Kolaborasi ini dapat menjadi model bagi institusi pendidikan lainnya agar bisa mencetak tenaga ahli yang siap bersaing dan berkontribusi langsung pada pembangunan industri strategis di Indonesia," kata Dhian Eka Wijaya.


 

 

 



Pewarta: Melli Andani/Nanang Mairiadi
Editor : Nanang Mairiadi

COPYRIGHT © ANTARA 2026