Kota Jambi (ANTARA) - Provinsi Jambi menyebut Kamar Dagang dan Industri (Kadin) merupakan mitra strategis pemerintah dalam mendorong investasi di daerah.

"Kadin telah berperan penting dalam mendorong investasi, membuka lapangan kerja, meningkatkan daya saing UMKM, serta menciptakan iklim usaha yang sehat," kata Sekdaprov Jambi Sudirman di Jambi, Kamis.

Menurutnya, Pemerintah Provinsi Jambi sangat terbuka dan siap bersinergi dengan Kadin dalam berbagai program strategis untuk peningkatan ekonomi masyarakat. 

Sinergi yang solid antara dunia usaha dan pemerintah daerah akan memperkuat pondasi ekonomi sekaligus menghadirkan inovasi demi kesejahteraan rakyat.

Sudirman menyinggung sejumlah isu strategis, mulai dari percepatan pembangunan dapur Makan Bergizi Gratis (MBG), optimalisasi Pelabuhan Talang Duku yang saat ini baru menyerap 48 persen ekspor, hingga rencana pembangunan Pelabuhan Internasional dan Bandara Internasional di Muaro Jambi.

Ia berharap Kadin bersama dunia usaha dapat mendukung percepatan pembangunan infrastruktur tersebut.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), perekonomian Provinsi Jambi triwulan II 2025 tumbuh sebesar 4,9 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.

Sektor Informasi dan Komunikasi mencatat pertumbuhan tertinggi 12,68 persen, sementara ekspor Jambi Juli 2025 mencapai 171,32 juta dolar Amerika Serikat, kontribusi terbesar dari sektor pertambangan 48,54 persen, disusul industri 44,11 persen, dan pertanian 7,36 persen.


Ketua Umum Kadin Indonesia, Anindya Novian Bakri, menekankan kembali bahwa organisasi Kadin merupakan satu-satunya wadah dunia usaha yang dibentuk berdasarkan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1987. 

Esensinya sebagai mitra strategis pemerintah dalam bidang ekonomi sekaligus wadah tunggal dunia usaha.

Anindya menegaskan peran nyata Kadin Isalah satunya melalui program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menargetkan tiga puluh ribu dapur secara nasional.

Kadin berkomitmen mendirikan seribu dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) saat ini, 300 diantaranya telah beroperasi.

Jika seribu dapur beroperasi, menurutnya akan menciptakan lima puluh ribu lapangan kerja, sekaligus memberi manfaat bagi 3,5 juta anak.

"Program itu bukan hanya tentang angka, tapi bukti nyata sinergi pemerintah dan dunia usaha dalam meningkatkan kesejahteraan,” kata Anindya Bakri.



Pewarta: Agus Suprayitno
Editor : Siri Antoni

COPYRIGHT © ANTARA 2026