Bangko, Merangin (ANTARA) - Sebanyak tujuh dari 59 Stasiun Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kabupaten Merangin, Jambi sudah beroperasi dan siap melayani.
Penerimaan manfaat Makan Bergizi Gratis itu sekitar 16.442 orang, dari pelajar SD, SMP, SMA, Ibu Hamil dan Balita.
Wakil Bupati Kabupaten Merangin A Khafidh melakukan peninjauan SPPG di BTN Kota Mandiri Desa Sungai Ulak Kecamatan Nalo Tantan, Kamis.
‘’Kita semua berharap, mudah-mudahan semua SPPG di Kabupaten Merangin ini semuanya bisa berjalan dengan lancar. Bisa melayani penerima manfaat sebaik mungkin,’’kata Wakil Bupati Merangin.
Kabupaten Merangin sejatinya memiliki 48 SPPG, namun ketika bupati Merangin diundang ke Palembang dihadiri Wabup beberapa waktu lalu, ada penambahan 11 SPPG untuk daerah terpencil, sehingga jumlahnya menjadi 59 SPPG.
Sementara itu ketika meninjau SPPG BTN Kota Mandiri, wabup bersama Tim Badan Gizi Nasional (BGN) melihat yang dijadikan SPPG tersebut, tiga rumah BTN yang digabung menjadi sebuah dapur SPPG.
Secara umum, Tim BGN menilai bahwa SPPG BTN Kota Mandiri Desa Sungai Ulak Kecamatan Nalo Tantan itu layak dilanjutkan, namun penataan ruangnya perlu disesuaikan dengan standar yang ditetapkan BGN.
"Untuk percontohan itu dilihat dari sudut konsep pengelolaan SPPG. Dinama Bupati Merangin M Syukur melalui konsepnya memanfaatkan 20 persen dana desa untuk ketahanan pangan,"katanya.
BGN Pusat menilai konsep itu sangat baik, karena berbagai bahan kebutuhan SPPG tersebut, disuplai dari Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) yang dimodali dari 20 persen dana desa untuk ketahanan pangan.
BUMDes itu mengelola peternakan ayam petelur, ayam potong, perkebunan sayur mayur, budidaya ikan pertanian padi sawah, tanaman bawang merah, cabai dan kebutuhan lainnya.
