......Semua hasil labnya adalah negatif.....
Jambi (ANTARA) - Dzaky Achmad Rizkullah, wisudawan Program Studi Kewirausahaan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Jambi (UNJA), berhasil meraih predikat cumlaude dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3,97 pada Wisuda ke-122, yang digelar di Gedung Balairung Pinang Masak, UNJA Mendalo.

Dzaky lahir di Bandar Jaya, Lampung, pada 4 Agustus 2001. Dia merupakan anak kedua dari pasangan Asfani Al Jufri dan Sri Hartati. Untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang (S1), Dzaky memutuskan merantau dan menempuh studi di UNJA, sementara kedua orang tuanya menetap di Kalimantan Timur.

Selain berprestasi di bidang akademik, Dzaky juga aktif dalam berbagai kegiatan organisasi. Sejak semester dua, ia dipercaya menjabat sebagai Ketua Himpunan Mahasiswa (HIMA) Kewirausahaan. Ia juga pernah mengemban amanah sebagai Wakil Direktur UKM KSPM serta aktif sebagai penerima Beasiswa Generasi Baru Indonesia (GenBI) dan menjabat Kepala Divisi Kewirausahaan GenBI Komsat UNJA.

Dalam menjalani perkuliahan, Dzaky tidak menerapkan metode belajar yang rumit. Ia lebih menekankan pada pemahaman materi dengan cara pandang teori yang diperoleh di kelas dengan kondisi nyata di masyarakat.

“Saya belajar dengan cara merefleksikan teori dengan realita. Jadi bukan sekedar tahu, tapi paham. Karena itu, ketika ujian saya tidak perlu belajar ulang,” ujar Dzaky.

Perjalanan Dzaky tersebut tidak lepas dari tantangan. Jarak yang jauh dari orang tua menjadi ujian terberat yang harus dihadapi selama menempuh pendidikan di Jambi. Dalam kondisi tersebut, doa dan dukungan orang tua menjadi sumber kekuatan utama.

"Yang paling berat itu karena jauh dari orang tua. Kadang motivasi bisa turun, tapi saya bersyukur karena teman-teman di sini sudah seperti keluarga sendiri. Saya selalu berpikir harus bisa menerima orang tua. Itu yang membuat saya bangkit lagi. Doa ibu itu yang paling utama," ungkap Dzaky.

Keberhasilan Dzaky meraih predikat cumlaude pun disambut haru oleh keluarganya. Ia mengaku orang tuanya merasa sangat bangga atas pencapaian tersebut.

“Ayah saya sampai membagikan foto saya di semua status WhatsApp-nya. Mereka bangga sekali,” ujar Dzaky.

Dzaky berpesan kepada mahasiswa yang tengah berada di fase akhir perkuliahan agar kembali mengingat tujuan awal saat perkuliahan dimulai.

“Kalau lagi capek, coba ingat lagi dulu masuk kuliah itu mau apa. Pegang target itu baik-baik, karena semester akhir memang butuh motivasi ekstra,” tegas Dzaky.

Kisah Dzaky Achmad Rizkullah menjadi bukti bahwa keterbatasan jarak dengan keluarga bukanlah penghalang untuk meraih prestasi terbaik. Dengan kemandirian, keteguhan hati, serta doa dan dukungan orang tua, Dzaky berhasil menorehkan capaian produktif sekaligus menghadirkan inspirasi bagi mahasiswa UNJA dan generasi muda lainnya agar terus berjuang, berproses, dan pantang menyerah dalam mewujudkan cita-cita.




 

Pewarta: Nanang Mairiadi
Uploader : Ariyadi

COPYRIGHT © ANTARA 2026