Kabupaten Merangin (ANTARA) - Destinasi wisata Geopark (Taman bumi) Merangin di Provonsi Jambi mulai ramai didatangi wisatawan dalam momentum Lebaran Idul Fitri sebagai wahana rekreasi hiburan masyarakat. 

Berdasarkan keterangan yang disampaikan pengelola wisata Geopark Merangin Deni Pelipe di lokasi, Minggu, menjelaskan wisatawan hari ini (22/3) atau dua hari setelah Idul Fitri, tercatat mencapai 388 orang.

Menurut itu, angka itu merupakan akumulasi kedatangan masyarakat mulai dari pagi hingga sore.

Diperkirakan jumlah kunjungan bakal meningkat dalam lima hari ke depan karena masih dalam suasana libur.

"Hari ini belum terlalu ramai, biasanya Lebaran ketiga sampai mendekati masa libur berakhir, kunjungan akan bertambah," ungkap Deni.

Ia menambahkan, lokasi destinasi wisata Geopark di Muara Karing, Desa Air Batu, Kecamatan Renah Pembarap, merupakan salah satu lokasi unggulan dari tiga titik geopark yang berada di wilayah itu.

Mengingat lokasi geopark itu menyajikan suguhan air terjun dengan permukaan yang dipenuhi gugusan fosil yang membatu dari jutaan tahun silam.

Hal itu menjadi daya terik tersendiri untuk memantik kedatangan wisatawan ke kawasan yang berada sekitar dua kilometer jaraknya dari jalan lintas Bangko-Kerinci.

Ia menambahkan, selain menyuguhkan pemandangan alam, di lokasi ini tersedia fasilitas arung jeram yang bisa disewa oleh pengunjung. 

Termasuk kelengkapan sarana pendukung lain seperti akses jalan masuk yang memadai, kamar mandi, kantin dan lokasi swafoto bagi masyarakat yang ingin mengabadikan momen di Geopark Merangin.

Saat ini, lanjut dia lokasi wisata ini dikelola secara bersama dengan melibatkan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Merangin, kelompok sadar wisata (Pokdarwis), pemuda setempat dan pihak ketiga (Penyandang dana).

"Pengelolaan Geopark Merangin melibatkan empat unsur, pemerintah membantu membangun fasilitas seperti tempat parkir, tahun ini kita ditargetkan menyumbang pendapatan (PAD) sekitar Rp70 juta," ujarnya.

Seorang pengunjung yang datang dari Kota Jambi Hendriansyah menilai kondisi tempat wisata alam tersebut cukup baik, termasuk biaya tiket masuk tergolong murah hanya di patok Rp10 ribu per orang.

Hanya saja, yang menjadi catatan, pengolahan sampah belum tergarap dengan maksimal.

Ia menyarankan kepada pengelola untuk menyediakan tambahan tempat penampungan sampah, agar pengunjung tidak membuang bungkus makanan di sembarang tempat. 

"Secara umum baik, hanya tempat sampah perlu diperbanyak, itu mengganggu kenyamanan," ujarnya.



Pewarta: Agus Suprayitno
Editor : Siri Antoni

COPYRIGHT © ANTARA 2026