Kota Jambi (ANTARA) - Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jambi bersama Perusahaan Listrik Negara (PLN) pertengahan merencanakan pertengahan April ini mulai proses pembaharuan Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) bagi masyarakat di wilayah itu.

"Program nasional seluruh Indonesia di Jambi mulai 15 April (2026), kita sedang memohon dukungan dari pak gubernur, karena petugas PLN yang selama ini mencatat meteran itu, dia akan ke rumah-rumah melihat kapasitas terpasang dan terpakai," jelas Kepala BPS Provinsi Jambi Aidil Adha di Jambi, Kamis.

Menurut Aidil, kolaborasi itu merupakan proses verifikasi atau pengecekan langsung di lapangan untuk memastikan keakuratan data (ground check) pemakaian daya listrik rumah tangga.

Dari pemakaian itu, dapat terangkum data pemakaian listrik oleh masyarakat secara terukur dari bulan ke bulan (month-to-month).

Termasuk kaitannya dengan penggunaan listrik selama penerapan program kerja dari rumah (WFH) yang akan diberlakukan oleh pemerintah.

"Bisa jadi terpasang 2.200 kWh, tetapi terpakainya belum tentu sebanyak itu, nanti kelihatan dari situ, apakah ada penurunan atau kenaikan di bulan berikutnya, setelah WFH," tambah dia.

Ia mengatakan, ground check bisa menjadi acuan pengelompokan data dalam hal tingkat kesejahteraan ekonomi masyarakat (desil), melalui kegiatan pendataan yang akan segera berlangsung.

Lanjut dia, program itu sekaligus bertujuan untuk mengetahui tingkat keterpakaian tegangan listrik di suatu titik lokasi (Trafo), sehingga membantu pihak PLN dalam membuat peta rencana kerja penyaluran dari data terkini yang berhasil dihimpun.

"Nanti manfaatnya bisa ke DTSEN, salah satunya listrik ya, yang desil-desil itu salah satunya listrik," ujarnya.

Karena gini, jelas dia, terkadang yang terpasang 2.200 kWh, tetapi yang terpakai tidak sampai, sehingga nanti PLN bisa melihat Trafo di sini penuh, padahal itu kapasitas terpasang.



Pewarta: Agus Suprayitno
Editor : Siri Antoni

COPYRIGHT © ANTARA 2026