Kota Jambi (ANTARA) - Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jambi mencatat adanya tren positif tingkat kesejahteraan petani di wilayah itu, karena nilai tukar petani (NTP) mengalami kenaikan sebesar 1,11 persen yang dipengaruhi oleh tiga komoditas perkebunan.
"Komoditas penyumbang utama kenaikan indeks yang diterima petani adalah karet, kelapa sawit, dan kelapa. Ketiganya mengalami tren positif yang berdampak langsung pada pendapatan petani di lapangan," kata Kepala BPS Provinsi Jambi Aidhil Adha di Jambi, Senin.
Aidhil mengungkapkan kenaikan NTP pada Maret 2026 disebabkan oleh naiknya indeks harga hasil produksi pertanian.
Kenaikannya lebih besar dibandingkan kenaikan indeks harga barang dan jasa yang dikonsumsi oleh rumah tangga maupun biaya produksi dan penambahan barang modal.
Kenaikan NTP Maret 2026 dipengaruhi oleh naiknya NTP pada tiga subsektor pertanian,
yaitu subsektor tanaman perkebunan rakyat sebesar 1,51 persen, subsektor peternakan 1,80 persen dan subsektor perikanan 2,24 persen.
Sedangkan subsektor tanaman pangan mengalami penurunan sebesar 0,77 persen dan subsektor hortikultura turun sebesar 4,86 persen.
Ia menambahkan, dalam hasil kajian BPS Nilai Tukar Usaha Pertanian (NTUP) ikut menguat sebesar 1,01 persen, dari 182,43 pada Februari menjadi 184,26 pada Maret 2026.
Menurut dia, meskipun biaya produksi mengalami sedikit kenaikan, kuatnya harga jual komoditas unggulan seperti sawit dan karet tetap memastikan margin keuntungan dan daya beli petani di Jambi tetap terjaga di level yang sangat baik.
"Tingkat kemakmuran seorang petani itu melalui NTP, kalau mau melihat usahanya atau produksinya di NTUP," tutup Aidhil.
Pewarta: Agus SuprayitnoEditor : Siri Antoni
COPYRIGHT © ANTARA 2026