Jakarta (ANTARA) - Film pendek ko-produksi Indonesia–Jerman VATERLAND or A Bule Named Yanto karya sutradara Berthold Wahjudi resmi terpilih dalam kompetisi film pendek La Semaine de la Critique edisi ke-65 di Cannes Film Festival 2026.
Program bergengsi ini dikenal sebagai salah satu platform paling prestisius dalam menemukan suara-suara baru perfilman dunia dan telah melahirkan banyak sineas penting internasional selama lebih dari enam dekade.
Tahun ini, VATERLAND or A Bule Named Yanto terpilih menjadi 1 dari 10 film pendek internasional yang berkompetisi di La Semaine de la Critique dari lebih dari 2.400 submisi yang masuk dari berbagai negara.
Diproduksi oleh madfilms (Jerman) bersama Aftersun Creative (Indonesia), VATERLAND or A Bule Named Yanto menjadi salah satu film pendek internasional yang akan berkompetisi di Cannes tahun ini. Film ini diproduseri oleh Jonas Egert, Sylvain Cruiziat, dan Annisa Adjam sebagai produser dari Indonesia, dengan Bagus Suitrawan sebagai Line Producer Indonesia beserta mayoritas kru Indonesia.
Berlatar di Yogyakarta dan direkam menggunakan format 16mm oleh sinematografer Noah Böhm, film ini mengikuti perjalanan Yanto yang diperankan oleh Aggai Simon, seorang pemuda keturunan Jerman–Indonesia yang datang mengunjungi adik perempuannya di Indonesia.
Namun, pertemuan tersebut perlahan berubah menjadi perjalanan emosional tentang identitas, rasa memiliki, dan keterasingan di antara dua budaya.
Ketika Yanto menyadari bahwa sang adik terasa jauh lebih “menyatu” dengan lingkungan Indonesia dibanding dirinya sendiri, rasa canggung, iri, dan kehilangan mulai muncul di antara mereka.
Dengan pendekatan coming-of-age dramedy yang intim dan personal, film ini mengeksplorasi pengalaman mixed-race identity serta pertanyaan universal tentang tempat yang benar-benar bisa disebut rumah.
Dalam wawancara resminya bersama La Semaine de la Critique, Berthold Wahjudi menyebut bahwa film ini lahir dari pengalaman personal sebagai individu berdarah campuran Indonesia–Jerman.
Ia tertarik mengeksplorasi bagaimana seseorang dapat merasa asing, bahkan terhadap budaya yang secara biologis maupun emosional seharusnya dekat dengannya. Sebelum terpilih di Cannes, proyek VATERLAND or A Bule Named Yanto telah lebih dahulu dikembangkan melalui Berlinale Short Form Station 2025 dan memenangkan European Short Pitch 2025, memperkuat perjalanan internasional proyek ini sebelum world premiere-nya di Cannes.
Pewarta: RilisEditor : Siri Antoni
COPYRIGHT © ANTARA 2026