Jambi (ANTARA) - Siang itu, suara raungan mesin tempel mulai bersahut-sahutan. Satu per satu kapal nelayan melepaskan tali tambatnya dari dermaga kayu Kampung Laut, Kabupaten Tanjung Jabung Timur, Jambi.

Haluan kapal mereka mengarah ke laut lepas, membelah ombak, meninggalkan kuning air di hilir muara sungai Batang Hari itu. Bagi masyarakat Kampung Laut, deru kapal nelayan bukan sekadar tanda dimulainya hari. Ia adalah detak jantung ekonomi. 

Detak jantung itu, secara absolut, dikendalikan oleh kelancaran pasokan Bahan Bakar Minyak (BBM) yang dibawa oleh truk-truk mobil tangki Elnusa Petrofin (EPN) menuju Stasiun Pengisian Diesel Nelayan (SPDN) di Nipah Panjang yang dikelola Koperasi Produsen Majelis Harmonis.

Sebagai daerah pesisir bagian timur Provinsi Jambi mayoritas penduduknya menggantungkan hidup langsung dari apa yang disediakan oleh samudra. Menangkap ikan bukan lagi sekadar profesi turun-temurun, tetapi penyambung napas dapur keluarga.

Namun, mengarungi laut lepas membutuhkan modal utama yang tidak bisa ditawar adalah solar. Di sinilah SPDN Nipah Panjang, Kecamatan Kuala Jambi berdiri sebagai institusi paling vital karena harus melayani ribuan nelayan se-Tanjung Jabung Timur.

SPDN Majelis Harmonis ini adalah oasis di tengah gurun bagi para nelayan. Dan pasokan kehidupan untuk oasis tersebut diantarkan melalui perjalanan darat yang berliku oleh truk tangki Elnusa Petrofin.

"Baling-baling mesin tempel kami tak bisa berputar selama pasokan BBM tidak masuk ke SPDN," ujar Jumardin (43) seorang nelayan lokal saat ditemui di sela-sela mengantarkan jerigen plastiknya ke lokasi SPDN Nipah Panjang. 

Kalimat sederhana itu menyiratkan ketergantungan yang teramat besar. Nelayan mengantungkan hidup dari melaut. "Kalau minyak jenis solar kosong satu hari saja, itu artinya besok dapur tidak berasap,"ujarnya.

Bagi para nelayan, absennya solar di SPDN adalah vonis mati bagi produktivitas mereka. Mesin tempel 15 PK hingga dua mesin yang biasa menempel di buritan kapal mereka akan membisu. Tanpa bahan bakar, sejauh apa pun mata memandang ke laut, mereka hanya bisa tertahan di dermaga, menyaksikan hari berlalu dengan kecemasan yang menumpuk.

Perjuangan Melewati Jalur Darat

Membawa energi hingga ke ujung tanjung bagian pesisir Timur Jambi, seperti Kuala Jambi bukanlah perkara mudah. Truk-truk tangki berwarna merah-putih milik Elnusa Petrofin harus membelah jalanan Jambi yang kerap tidak ramah. Melewati rute panjang, melintasi perkebunan sawit, menghadapi lubang-lubang jalan yang siap menguji ketahanan armada, hingga jembatan-jembatan penghubung yang sempit.

Tantangan logistik ini kian terasa nyata saat musim hujan tiba atau ketika infrastruktur jalan mengalami kerusakan. Terkadang banjir menutupi badan jalan akan membuat lambat perjalanan truk tangki sampai ke tujuan.

Oleh karena itu, kehadiran truk tangki Elnusa Petrofin di area SPDN selalu disambut layaknya pembawa kabar baik. Ketika tangki mulai menyalurkan muatannya ke tangki penyimpanan SPDN, helaan napas lega kolektif seolah terdengar di sepanjang garis pantai. 

Antrean jeriken-jeriken plastik berukuran besar yang semula berderet rapi bak barisan mati, mulai bergerak hidup. Ada kepastian yang kembali menyala di mata para nelayan.

"Kalau mobil tangki siap bongkar muatan, tak jarang juga para nelayan berebutan ingin duluan mengisi jerigennya. Padahal sudah diminta antrean agar tertib. Ya, tapi itulah nelayan," kata Manajer Operasional SPDN Majelis Harmonis, Sulaiman saat ditemui akhir pekan kedua Mei 2026.

SPDN yang dikelola koperasi Majelis Harmonis melayani seluruh nelayan di Kabupaten Tanjung Jabung Timur. Guna sampai diujung distribusi, pihak koperasi yang langsung mengantarkan ke titik nelayan di setiap kecamatan. Sebab, kalau dijemput ke SPDN Nipah Panjang oleh utusan nelayan khawatirnya tidak sampai atau diperuntukkan ke yang lain.

"Kami sudah melakukan pola pengantaran langsung dengan minibus pic-up yang disiapkan koperasi, supaya benar-benar menyasar para nelayan. Kalau dijemput oleh perwakilan, kami tidak kenal dengan mereka bisa disalahgunakan. Kecuali nelayan yang di Kampung Laut lokasi dekat dan mereka jemput masing-masing jerigennya dengan sepeda motor," tutur Sulaiman.

Dalam pemenuhan solar ribuan nelayan sebagai konsumen Koperasi Majelis Harmonis, pihaknya selalu berkoordinasi dengan pihak Pertamina Patra Niaga dan perwakilan Elnusa Petrofin Jambi.

Selama ini, masih berjalan lancar pasokan BBM oleh tangki Elnusa Petrofin berkapasitas 5.000 liter setiap harinya. Bahkan, kalau armada untuk rute ke SPDN, cepat dicari penggantinya oleh pihak Elnusa Petrofin Jambi.

"Beberapa waktu lalu mobil tangki berkapasitas 5.000 yang biasa pasokan solar ke SPDN mengalami kerusakan. Lalu, cepat ada penggantinya dengan yang kapasitas 8.000, tetapi isinya tetap 5.000 liter,"ujarnya.

Mobil Tangki Elnusa Petrofin sedang membongkar muatan BBM di Stasiun Pengisian Diesel Nelayan (SPDN) Nipah Panjang, Tanjung Jabung Timur, Jambi. (ANTARA/HO)

Kebijakan Connecting Life EPN

Kebijakan Connecting Life oleh PT Elnusa Petrofin (EPN) menerapkan skala prioritas yang ketat dalam proses distribusi Bahan Bakar Minyak (BBM). Kebijakan ini disusun dengan mengacu pada pemenuhan kebutuhan pelayanan publik, menjaga ketahanan energi nasional di berbagai wilayah, serta menyelaraskan dengan penugasan resmi dari PT Pertamina Patra Niaga. 

Manager Corporate Communication & Relations PT Elnusa Petrofin, Putiarsa Bagus Wibowo mengatakan penentuan urutan distribusi di lapangan dilakukan secara objektif berdasarkan tiga indikator utama, yaitu tingkat stok kritis (critical stock) pada lokasi penerima, dampak sosial dan kelancaran pelayanan masyarakat, serta karakteristik dari jenis konsumen penyaluran.

Dalam kondisi tertentu, penyaluran BBM ke SPDN dapat dijadikan sebagai prioritas utama di atas kebutuhan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU). 

Kebijakan khusus ini, kata Putiarsa, diberlakukan apabila ketersediaan stok di SPDN telah memasuki fase kritis, terdapat risiko nyata terganggunya mata pencaharian dan produktivitas melaut para nelayan setempat. Apabila adanya instruksi langsung dari PT Pertamina Patra Niaga maupun otoritas wilayah terkait.

Pihaknya sudah menyiapkan standar operasional dalam memitigasi risiko kelangkaan dan mengelola kondisi stok kritis di lapangan, fungsi operasional PT Elnusa Petrofin menjalankan alur kerja baku yang sistematis. 

Ia menyampaikan, proses diawali dengan melakukan pemantauan stok harian secara real-time di seluruh lembaga penyalur yang terdaftar. 

Selanjutnya, tim akan mengidentifikasi wilayah kritis yang mendesak untuk segera mendapatkan pasokan berdasarkan indikator critical stock. Setelah pemetaan selesai, fungsi operasional bersama tim distribution planner akan menetapkan skala prioritas pengiriman harian. 

Langkah ini, kata Putiarsa diikuti dengan mobilisasi armada dan personel melalui penerbitan perintah jalan serta penugasan unit Mobil Tangki (MT) bersama Awak Mobil Tangki (AMT) yang berada dalam kondisi prima. Dan selama perjalanan, pelacakan rute dilakukan secara ketat melalui integrasi sistem GPS dan platform kontrol digital. 

Prosedur diakhiri dengan verifikasi dokumentasi akhir untuk memastikan realisasi volume pengantaran tercatat secara tuntas mulai dari keberangkatan hingga proses bongkar muat (unloading) selesai di lokasi tujuan.

Ia menyebutkan selain pemenuhan kebutuhan untuk sektor nelayan melalui SPDN, ketepatan waktu pengangkutan dan jaminan kelancaran distribusi BBM juga diprioritaskan secara mutlak untuk entitas serta objek-objek strategis lainnya. Hal ini dilakukan guna menghindari gangguan operasional yang berdampak luas bagi stabilitas masyarakat.

Ia menjelaskan, objek-objek yang masuk dalam skala prioritas utama ini meliputi SPBU yang telah teridentifikasi memiliki tingkat pasokan kritis. Lembaga penyalur yang beroperasional di daerah Terdepan, Terluar, dan Tertinggal (3T), kawasan Objek Vital Nasional (Obvitnas), Depot Pengisian Pesawat Udara (DPPU) untuk menjaga ketahanan avtur di bandar udara.

Selanjutnya, pembangkit listrik milik PT PLN (Persero), serta instansi Tentara Nasional Indonesia (TNI) maupun Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) dalam mendukung penugasan darurat atau pengamanan wilayah tertentu.

Mitigasi dan Proteksi Berlapis

Guna menjamin kelancaran distribusi tanpa hambatan teknis di perjalanan, PT Elnusa Petrofin menerapkan sistem manajemen armada yang responsif melalui serangkaian tindakan preventif dan kuratif. Perusahaan menyediakan unit armada cadangan (standby/backup) di pangkalan logistik yang siap dimobilisasi kapan saja, serta menyiapkan tim mekanik internal dan jaringan vendor support yang bersiaga penuh selama 24 jam.

Aspek pencegahan juga diperkuat dengan melaksanakan pemeliharaan berkala (preventive maintenance) secara ketat dan mewajibkan prosedur pemeriksaan kondisi kendaraan sebelum keberangkatan Pengujian Perangkat Harian (P2H). Jika terjadi kendala berat di jalan yang tidak dapat dihindari, maka perusahaan menerapkan prosedur pengalihan muatan (overpomp) ke unit Mobil Tangki pengganti secara aman. 

Seluruh proses ini, jelas Putiarsa didukung oleh jalur koordinasi cepat antara Depot/Terminal BBM, perusahaan transportir, dan titik penerima (receiving point), serta pemantauan posisi armada secara real-time untuk mempercepat penanganan di lapangan.

Langkah pencegahan lain untuk memastikan volume BBM yang diangkut sampai ke tujuan dengan aman tanpa adanya tindakan kecurangan, penyusutan ilegal, maupun fraud di perjalanan, perusahaan menerapkan sistem proteksi berlapis. 

Pengawasan dilakukan secara digital melalui pemantauan pergerakan kendaraan via GPS selama 24 jam untuk mendeteksi rute tidak wajar atau pemberhentian tidak resmi. Selain itu, perangkat CCTV juga dipasang secara strategis di area pengisian (filling shed) serta pada unit-unit armada tangki tertentu.

"Setiap Mobil Tangki yang beroperasi dilengkapi dengan segel pengaman (security seal) berstandar tinggi pada bagian manhole dan katup bongkar (discharge valve). Sebelum armada meninggalkan area depot, petugas akan melakukan pemeriksaan fisik, akurasi volume, serta validitas dokumen Surat Pengantar Pengiriman (SPP)," tegasnya.

Selama perjalanan, tim satgas internal rutin melaksanakan inspeksi mendadak (random checking) secara berkala. Pada titik akhir, proses verifikasi, pencocokan volume, dan rekonsiliasi data penerimaan dilakukan secara ketat bersama pengelola SPDN/SPBU saat proses pembongkaran. 

Seluruh rekam jejak digital perjalanan serta rasio konsumsi bahan bakar dari masing-masing armada juga dievaluasi secara berkala untuk mendeteksi anomali.

"Seluruh aktivitas distribusi dipantau secara terpusat melalui ekosistem pengawasan digital dan fisik yang ketat. Manajemen mengoperasikan pusat kendali 24 jam melalui Control Room atau regional traffic controller (RTC) untuk memantau pergerakan GPS armada secara kontinu. Tim RTC melakukan analisis rute serta profil waktu tempuh (travel time profiling) guna mendeteksi keterlambatan sejak dini,"terang Putiarsa.

Sebagai bahan evaluasi berkala pihak manajemen, disusun laporan operasional harian (daily operational report). Di samping pengawasan digital, kepatuhan di lapangan dijaga melalui pelaksanaan inspeksi langsung secara mendadak (spot check) tanpa pemberitahuan sebelumnya, serta pelaksanaan audit dan survei operasional secara berkala. 

Tidak sampai disitu saja, kata Putriarsa, PT Elnusa Petrofin memberlakukan kebijakan tanpa toleransi (zero tolerance policy) terhadap segala bentuk manipulasi, penyalahgunaan wewenang, maupun tindakan curang yang dilakukan oleh Awak Mobil Tangki (AMT). Sanksi disiplin dan hukum akan dijatuhkan secara tegas dan berjenjang sesuai dengan klasifikasi pelanggaran yang ditemukan di lapangan.

Untuk jenis pelanggaran minor atau kelalaian administratif awal, perusahaan akan mengeluarkan Teguran Tertulis. Jika pelanggaran bersifat lebih serius, tindakan skorsing operasional akan diterapkan berupa penghentian sementara hak melakukan pengantaran BBM selama masa pemeriksaan. 

Putiarsa mengatakan, langkah itu dapat diikuti dengan pemblokiran akses kerja serta pemutusan integrasi dari seluruh sistem digital korporat. Bagi personel yang terbukti melakukan pelanggaran berat atau tindakan fraud, perusahaan langsung mengambil tindakan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK).

"Tidak hanya sanksi administratif, oknum yang bersangkutan juga dikenakan kewajiban tuntutan ganti rugi atas dampak kerugian finansial perusahaan, serta penyerahan kasus secara resmi kepada aparat penegak hukum (APH) jika tindakan tersebut memenuhi unsur pidana seperti pencurian atau penggelapan BBM bersubsidi," tegasnya.

Antrean jerigen nelayan berjejer di SPDN Nipah Panjang, menunggu diisi oleh Koperasi Produsen Majelis Harmonis, karena BBM subsidi itu sudah diantarkan oleh mobil tangki Elnusa Petrofin dari Kota Jambi, sehari sebelumnya. (ANTARA/Siri Antoni/26)

Multiplier Effect Connecting Life

Dampak dari distribusi BBM yang lancar ini mengalir jauh melampaui tangki bahan bakar perahu. Ini adalah efek domino sosial-ekonomi yang nyata dari konsep menghubungkan kehidupan atau Connecting Life. Ketika solar tersedia dengan harga resmi Rp6.800 per liter dan pasokan yang stabil di SPDN, nelayan tidak perlu membeli BBM eceran di pasar gelap dengan harga yang melambung tinggi. 

Penghematan biaya operasional ini langsung berdampak pada kesejahteraan keluarga mereka. Uang yang tadinya habis untuk membeli solar mahal, kini bisa dialokasikan untuk biaya pendidikan anak, jaminan kesehatan, atau memperbaiki alat tangkap yang rusak.

Lebih dari itu, lancarnya distribusi energi ini menjaga stabilitas pasokan ikan di pasar-pasar lokal Tanjung Jabung Timur hingga ke Kota Jambi. Para pedagang ikan keliling bisa membeli ikan segar langsung dari nelayan yang baru merapat, menjaga perputaran uang di tingkat akar rumput tetap sehat.

Sebaliknya, jika pasokan BBM tersendat, dampaknya langsung memicu inflasi lokal. Harga ikan melonjak karena pasokan menipis, pendapatan nelayan terjun bebas, dan daya beli masyarakat pesisir langsung melemah. Energi, dalam konteks ini, adalah penentu utama garis kemiskinan atau kesejahteraan di Kuala Jambi.

Melihat dinamika di Kampung Laut, slogan Connecting Life bukan lagi sekadar jargon korporat yang tertulis di brosur atau lambung truk tangki. Ia menjelma menjadi sebuah tanggung jawab moral.

Distribusi energi di wilayah pesisir seperti ini adalah upaya konkret untuk merajut keadilan sosial. Setiap liter solar yang berhasil dialirkan ke SPDN adalah bukti bahwa negara hadir, bahwa rantai pasok energi tidak melupakan mereka yang berada di pinggiran geografi. 

Dedikasi para pengemudi truk tangki yang menembus malam dan rute menantang adalah bagian tak terpisahkan dari setiap kilogram ikan yang berhasil didaratkan oleh nelayan.

Roda-rodanya di darat telah memastikan bahwa baling-baling di laut terus berputar. Di ujung Tanjung Jabung Timur, kehidupan kembali tersambung, berjalan selaras dengan deru mesin yang optimis menyongsong masa depan.***



Uploader : Ariyadi

COPYRIGHT © ANTARA 2026