Jambi, Antarajambi.com -  PT Pertagas Niaga (PTGN) membuka fasilitas dapur umum untuk digunakan bagi pelanggan jaringan gas kota (city gas) di Kota Jambi, yang mengalami gangguan akibat pipa yang mendistribusikan gas ke pelangan mengalami kebocoran.

Manager Stakeholder Relation PT Pertagas Niaga, Ratna Dumila, Kamis, mengatakan fasilitas dapur umum tersebut didirikan didua lokasi, yakni di Kelurahan Kebun Kopi dan di Kelurahan Handil Jaya, Kota Jambi.

"Warga pengguna jaringan gas untuk sementara waktu dapat memasak di dapur umum dengan menggunakan kompor dan peralatan yang telah disediakan," kata Ratna dihubungi dari Jambi.

Ia mengatakan sekitar 3.000-an sambungan Rumah Tangga (SR) jaringan city gas di Kota Jambi mengalami gangguan akibat kebocoran pipa gas milik PT Energasindo Heksa Karya (EHK) yang menyalurkan gas ke pelanggan.

"Adanya kebocoran itu mengakibatkan kompor pelanggan jaringan gas tidak dapat digunakan untuk memasak, sehingga kita mengatasi suplainya itu dengan membuka pelayanan fasilitas dapur umum," katanya.

PT Pertagas Niaga bersama mitra operasinya Jambi Indoguna Internasional (JII), selaku pengelola jaringan gas kota di Kota Jambi saat ini telah berkoordinasi dengan PT EHK untuk melakukan perbaikan jaringan pipa gas yang bocor.

Sembari menunggu selesainya proses perbaikan pipa gas yang bocor, PTGN mendatangkan gas alam terkompresi atau Compressed Natural Gas (CNG) dari Palembang, Sumatera Selatan.

"CNG yang didatangkan dari Palembang tersebut semoga bisa mengisi pasokan pasokan gas yang sebelumnya disuplai lewat pipa milik PT EHK," katanya menjelaskan.

Sebelumnya pipa gas milik PT EHK yang digunakan untuk menyalurkan gas kota yang diperoleh dari sumur JOB Pertamina-Talisman Jambi Merang, mengalami kebocoran di wilayah Tanjung Lumut, Paal Merah, Kota Jambi.

PT EHK merupakan perusahaan bergerak di bidang transportasi dan distribusi gas bumi yang menghubungkan pasokan gas bumi dengan konsumen di wilayah Jambi.


Kerusakan jaringan gas yang terjadi sejak Selasa (28/2) malam tersebut, akibat tindakan pencurian atau illegal driling berdasarkan saksi mata di lapangan.

"Pelaku mungkin mau mencuri minyak dan dikira itu pipa minyak, padahal jaringan gas. Beberapa saksi sudah dimintai keterangan dan barang bukti juga sudah diamankan," kata General Manager PT EHK Jambi, Mudasir.

Pihak perusahaan menyatakan langsung mendatangkan tim teknisi dari Jakarta untuk memperbaiki jaringan pipa gas yang mengalami kerusakan tersebut

Kini distribusi gas ke jaringan tersebut telah dikosongkan untuk menghindari kejadian semburan gas yang dapat membahayakan bagi masyarakat yang melintasi kawasan itu.

***1***

Pewarta: Gresi Plasmanto

Editor : Ariyadi


COPYRIGHT © ANTARA News Jambi 2017