504 orang balita di Kecamatan Talamau, Kabupaten Pasaman Barat, Sumatera Barat (Sumbar) mengalami stunting (Kekerdilan).

"Cukup tinggi di Talamau. Ini harus menjadi perhatian kita bersama untuk mengatasinya," kata Camat Talamau, Nur Fauziah Zein di Simpang Empat, Rabu.

Ia menambahkan penderita stunting di Kecamatan Talamau menyebar di tiga nagari atau desa.

Di Nagari Kajai sebanyak 288 orang, di Nagari Talu sebanyak 134 orang dan di Nagari Sinuruik sebanyak 82 orang.

"Banyak faktor yang menyebabkan banyaknya warga Talamau mengidap stunting. Selain faktor kesehatan juga faktor pola hidup dan lingkungan," ujarnya.

Menurutnya pihaknya sudah mulai berupaya mengurangi angka stanting itu. Diharapkan semua pihak terkait sampai ke tingkat nagari harus bergerak memberantas stunting ini.

"Selain merubah pola hidup dan kesehatan juga harus memperhatikan lingkungan masyarakat. Seperti penyediaan jamban sehat bagi warga," tambahnya.

Ia menyebutkan stunting merupakan kondisi gagal tumbuh pada balita, akibat kekurangan gizi kronis, sehingga anak terlalu pendek untuk seusianya.

"Perlu langkah-langkah yang cepat dan tepat dalam upaya menurunkan jumlah penderita stunting ini," lanjutnya.

Ia mengatakan Kecamatan Talamau merupakan kecamatan termiskin di Pasaman Barat dengan penduduk mencapai 5.325 kepala keluarga atau 20.379 jiwa.

"Dari 6.633 kepala keluarga yang ada jamban baru 3.720 KK dan sebanyak 2.913 KK belum memiliki jamban sehat," sebutnya.

Pewarta: Altas Maulana

Editor : Syarif Abdullah


COPYRIGHT © ANTARA News Jambi 2020