Tokoh nasional Amien Rais memilih menemui langsung Presiden Joko Widodo (Jokowi) daripada ikut demonstrasi.

"Kami akan minta waktu untuk ketemu pak Jokowi, ya langsung ke jantungnya kekuasaan. Jadi jangan takut," ujar Amien saat ditemui wartawan di Senayan, Jakarta, Kamis.

Amien ingin bertemu Presiden Jokowi untuk meminta atraksi politik yang ada saat ini dihentikan, karena menurut dia, itu hanya akan membelah bangsa Indonesia.

Ia juga ingin meminta Presiden Jokowi agar tidak memberi 'angin kencang' kepada komunisme. Sebab, ia merasa pemerintah agak berat sebelah dalam relasi dengan Beijing (China).

Baca juga: Komnas HAM ambil barang bukti dari Jasa Marga

Baca juga: Bupati minta MUI Bogor turun tangan hadapi massa FPI

Sementara, kata Amien, dirinya sudah sepuh untuk berdemonstrasi. Karena itu, menurut dia, aksi tersebut hanya akan diikuti oleh aktivis yang lebih muda.

Pernyataan itu disampaikan Amien untuk menjawab pertanyaan dari awak media mengenai adanya rencana aksi dari elemen masyarakat yang mengatasnamakan Aliansi Nasional Anti-Komunis (ANAK) NKRI untuk menuntut agar kasus penembakan terhadap enam anggota laskar Front Pembela Islam (FPI) diusut tuntas.

"Oh saya kira soal itu sudah cukup ya. Saya sudah sepuh ya," ucap Amien seraya meminta agar demonstrasi tersebut dilakukan dengan baik secara konstitusional.

Berdasarkan informasi yang dihimpun ANTARA, akan ada aksi masyarakat di depan Istana Negara, Jakarta pada Jumat (18/12).

Sementara itu, Polda Metro Jaya belum mengeluarkan izin menggelar keramaian di tengah pandemik COVID-19 tersebut.

Baca juga: Kabareskrim siap beri keterangan jika dibutuhkan Komnas HAM

Baca juga: Ridwan Kamil berikan pandangannya terkait penyebab kerumunan FPI

Pewarta: Abdu Faisal

Editor : Ariyadi


COPYRIGHT © ANTARA News Jambi 2020