Badan Restorasi Gambut dan Mangrove (BRGM) gencar membangun 75 sumur bor di Desa Sungai Aur, Kecamatan Kumpeh, Muaro Jambi, Provinsi Jambi, untuk mencegah kebakaran kembali terjadi, terutama di tengah pandemi COVID-19.

Melalui keterangan tertulis di Jakarta, Sabtu, BRGM menyebutkan pembangunan sumur bor tersebut terbagi dalam dua Program Kerja Masyarakat (Pokmas), yaitu Pokmas Lestari sebanyak 40 unit sumur bor dan Pokmas Alam Lestari sebanyak 35 unit sumur bor.

Ketua Pokmas Lestari, Sohar mengatakan timnya yang terdiri dari 20 orang baru saja menyelesaikan pembangunan sumur bor tahap pertama.

"Tahap pertama sudah selesai sekitar bulan Juli sebanyak 20 unit, sekarang kami menunggu tahap kedua, karena targetnya kan total 40 unit," ujarnya.



Dikatakannya, kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Desa Sungai Aur pada 2019 sempat menyebabkan kabut asap yang cukup pekat di wilayah Muaro Jambi.

Kebakaran tersebut, tambahnya, juga menyebabkan lahan perkebunan warga terbakar, aktivitas sekolah diliburkan, hingga paparan asap yang berdampak pada kesehatan.

Sementara itu, Ketua Pokmas Alam Lestari, Amiruddin menyatakan timnya yang berjumlah 16 orang juga telah menyelesaikan pembangunan tahap pertama sebanyak 17 unit sumur bor.

"Tahap keduanya 18 titik lagi, masih menunggu tahap kedua untuk segera membeli materialnya dan menyelesaikan pembangunan sumur bor," ungkap Amiruddin.



Pembangunan sumur bor di daerah tersebut dinilai sangat memberikan dampak positif, terutama dalam pencegahan kebakaran lahan gambut.

BRGM diharapkan terus menggencarkan program revitalisasi ekonomi di desanya agar warga bisa mendapatkan sumber penghasilan baru. Pasalnya, ekonomi warga menjadi semakin terpuruk selama pandemi COVID-19.

"Harapan ke depan lebih cenderung ke revitalisasi ekonominya, seperti pemberdayaan masyarakat untuk budidaya ikan, itu pasti lebih membantu masyarakat. Kami juga berharap ada pengembangan seperti ekowisata," katanya.

Pewarta: Subagyo

Editor : Syarif Abdullah


COPYRIGHT © ANTARA News Jambi 2021