Direktur Bina Haji Direktorat Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah (Ditjen PHU) Kementerian Agama (Kemenag) RI Arsad Hidayat meminta petugas haji menggunakan seragam selama bertugas baik saat berada di Masjidil Haram maupun Masjid Nabawi.
 
"Seragam adalah jati diri petugas haji. Sebagai pembentuk perilaku dan sikap ketika berhadapan dengan jamaah. Seragam juga akan memudahkan jamaah meminta bantuan, terutama yang tersesat," ujar Arsad saat memberi materi pada Bimtek PPIH Arab Saudi di Jakarta, Rabu.
 
Arsad mengatakan tugas petugas haji tidaklah mudah. Mereka memikul beban berat dalam mewujudkan kelancaran dan kesuksesan penyelenggaraan ibadah haji.
 
Menurutnya, petugas adalah orang pertama yang akan dicari jamaah ketika mereka menemukan permasalahan. Hal ini juga akan menunjukkan eksistensi petugas selama berada di Tanah Suci.
 
Bukan hanya menggunakan seragam petugas, Arsad juga meminta petugas haji memegang beberapa komitmen melaksanakan tugas selama berada di Arab Saudi.
 
"Petugas haji diminta berkomitmen setiap hari mengikuti apel pagi. Dengan adanya kewajiban apel pagi, tidak ada lagi petugas yang tidur sehingga bisa melayani jamaah dengan baik," katanya.
 
Komitmen selanjutnya, kata dia, petugas haji siap untuk tidak melaksanakan ibadah haji kecuali yang belum berhaji.
 
"Yang lebih penting dari itu adalah petugas siap bekerja 24 jam. Petugas bisa istirahat ketika tidak ada lagi pekerjaan, tetapi ketika ada permintaan atau telepon petugas harus siap," ujarnya.
 
Terakhir Arsad meminta petugas mengikuti seluruh rangkaian bimtek baik materi dan sesi, sehingga setelah bimtek tahu apa yang menjadi tugas dan fungsi masing-masing.
 
"Saya minta kepada petugas baik yang melalui proses seleksi atau penunjukan, tolong jaga amanah ini dengan sebaik-baiknya. Ketika masuk dalam korps petugas, siapkan diri menjadi pelayan tamu-tamu Allah," kata dia.

Pewarta: Asep Firmansyah

Editor : Ariyadi


COPYRIGHT © ANTARA News Jambi 2024