.....Jika tidak segera dibangun turap, dikhawatirkan desa terebut terancam habis".....
Jambi (ANTARA Jambi) - Desa Terusan, satu dari tujuh desa di Kecamatan Maro Sebo Ilir, Kabupaten Batanghari rawan longsor, karena berada di Daerah Aliran Sungai Batanghari.

"Saat ini Desa Terusan dinyatakan rawan longsor, karena letaknya berada di sisi sungai," kata Camat Maro Sebo Ilir Mohd Fadil Arif ketika dikonfirmasi di Batanghari, Minggu.

Menurut Camat, Desa Terusan dikelilingi aliran Sungai Batanghari, sehingga keberadaan desa itu rawan longsor, karena itu warga desa itu juga diminta hati-hati dan waspada.

Berdasarkan pantauan di lapangan, kata Fadil, sekitar warga 15 RT warga Desa Terusan berada di sisi DAS Batanghari, saat ini terdapat lebih kurang sepanjang empat kilometer di daerah tersebut rawan longsor.

"Di wilayah itu ada lima titik yang sudah longsor, yakni berada di RT3, 6, 7, 8 dan RT9," katanya.

Untuk mengantisipasi terjadinya longsor susulan, pihak kecamatan sudah sering mengusulkan pembangunan turap (tanggul penahan) di sepanjang DAS Batanghari di wilayah Desa Terusan yang rawan longsor ke pihak Provinsi Jambi.

Namun, usulan itu belum bisa terealisasi sampai saat ini, kemungkinan karena biaya untuk pembangunan turap tersebut sangat besar dan belum bisa dianggarkan.

Selain itu, pada tahun 2011 perihal pembangunan turap itu juga sudah diusulkan melalui APBD Kabupaten Batanghari dan juga sudah dimasukkan ke dalam Musrenbang.

Camat mengatakan, jika tidak segera dibangun turap, dikhawatirkan desa terebut terancam habis.

Sementara itu, upaya yang dilakukan warga saat ini secara swadaya melakukan pemasangan turap dengan menggunakan kayu seadanya.

Ia juga mengimbau pengusaha kerikil yang menambang kerikil dari Sungai Batanghari agar melakukan aktifitas penambangan sejauh 200 meter dari bantaran sungai, meskipun berdasarkan peraturan diperbolehkan sekitar 50 meter dari bantaran sungai.(Ant)

Pewarta: Heriyanto
Editor : Edy Supriyadi

COPYRIGHT © ANTARA 2026