......Prolisdes ini bakal menyasar masyarakat prasejahtera di empat kabupaten/kota di Jambi dengan kriteria yakni rumah sederhana dan nelayan......Jambi (ANTARA Jambi) - Sebanyak 1.800 rumah wmbi bakal tersentuh program listrik perdesaan secara gratis dari Kementerian Energi Sumber Daya Mineral.
Kepala Dinas ESDM Provinsi Jambi Gamal Husin di Jambi, Selasa, mengatakan Prolisdes ini bakal menyasar masyarakat prasejahtera di empat kabupaten/kota di Jambi dengan kriteria yakni rumah sederhana dan nelayan.
Empat kabupaten/Kota ini yaitu Kota Jambi, Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Kabupaten Tanjung Jabung Timur, dan Kabupaten Muarojambi.
"Anggarannya nanti dari kementerian ESDM yang dititipkan ke PLN, karena PLN yang tahu tentang jaringannya," kata Gamal Husin.
Dinas ESDM di kabupaten/kota yang mendapat jatah kata Gamal harus mengusulkan rumah-rumah warga yang berhak mendapat sambungan baru itu, kemudian tim dari ESDM dan juga dari PLN akan melakukan verifikasi kelayakan penerima bantuan tersebut by name by adress.
"Tahun ini sudah mulai, ini sesuai dengan instruksi Pak Gubernur yang menginginkan supaya dipercepat," katanya.
Sementara itu, Asisten Manager (Asmen) Pemasaran, SDM dan Administrasi PLN Area Jambi, Mudrika Daud, mengatakan bahwa tahun ini sebanyak 1.800 sambungan akan dipasang untuk masyarakat pra sejahtera yang belum menikmati aliran listrik.
"Kami minta data dari Dinas ESDM di masing-masing Pemda, karena mereka yang punya datanya, pemasangan ini sampai nyala tidak dibebankan biaya atau gratis, warga hanya membayar tagihan perbulannya saja," kata Mudrika.
"Tapi nanti terlebih dulu akan dilakukan verifikasi layak atau tidaknya penerima, kita berharap ini nanti tepat sasaran. RT, Kepala Desa hingga camat kita harapkan selalu melakukan pengawasan," katanya.
Mudrika juga mengungkapkan, di tahun 2014 lalu, PLN juga telah melakukan sambungan baru secara gratis ke 1.108 rumah di Kabupaten Tanjabtim. Dan tahun ini tidak hanya di satu kabupaten saja. (Ant)
Pewarta: Dodi SaputraUploader : Ariyadi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.