Merangin, Jambi (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Merangin, Provinsi Jambi menyalurkan paket bantuan sosial dan jaringan listrik kepada komunitas Suku Anak Dalam (SAD) di wilayah itu.

"Anak-anak harus sekolah, tidak ada bajunya, tasnya, atau sepatunya, bupati yang siapkan. Saya ingin semua mendapat perlakuan adil di sekolah. Jika ada perlakuan tidak adil dari guru terhadap anak SAD, laporkan ke saya," kata Bupati Merangin Muhammad Syukur di Merangin, Senin.

Di hadapan warga yang hadir, Syukur menyoroti pentingnya pendidikan bagi generasi muda SAD demi memutus rantai kemiskinan, melalui fasilitas yang diberikan.

Ia membocorkan rencana besar pemerintah pusat yang akan menggelontorkan dana mendekati Rp300 miliar untuk membangun Sekolah Rakyat berasrama (boardroom) pada tahun ini.

 

Fasilitas tersebut diprioritaskan bagi anak-anak SAD dengan jaminan seluruh biaya hidup, makan, pakaian, dan pendidikan ditanggung penuh oleh negara.

Bupati juga mengimbau warga SAD untuk meninggalkan aktivitas ilegal seperti penambangan emas tanpa izin (PETI), yang sering dimanfaatkan oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab melibatkan komunitas tersebut sebagai tameng hukum.

"Dunia sudah berubah, kita harus bertransformasi melalui cara berpikir, siapa tahu 20 atau 30 tahun ke depan, yang menjadi Bupati Merangin adalah anak dari suku anak dalam, tapi syaratnya harus sekolah dan kuliah S1," jelas dia.

Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Merangin Abdul Lazik menyampaikan bahwa program bantuan seperti keramba jaring apung merupakan program stimulus dari Dirjen Perlindungan dan Pembinaan Kelompok Adat Terpencil Kemensos RI.

 

Untuk Kabupaten Merangin, bantuan dipusatkan bagi warga SAD yang bermukim di lingkar luar 'Dam Betuk'

Untuk memastikan keberlanjutan program, Dinas Sosial juga telah menggandeng Dinas Perikanan Kabupaten Merangin guna memberikan pembinaan teknis budidaya secara berkala kepada para penerima manfaat.

Selain sarana perikanan, pemerintah juga menyalurkan bantuan Program Keluarga Harapan (PKH) Triwulan II (April–Juni) senilai kurang lebih Rp7 miliar yang menyasar 11.047 penerima manfaat di Kabupaten Merangin.

Termasuk bantuan pemasangan instalasi listrik gratis senilai Rp24,5 juta, diberikan kepada 5 unit rumah warga SAD di Desa Pauh Menang. Seluruh bantuan dana tersebut ditransfer langsung oleh pemerintah pusat ke rekening penerima melalui Kantor Pos.

"Teknisi sudah tiba untuk melakukan pemasangan mulai besok pagi. Harapan kami, melalui keramba apung ini, rekan-rekan Suku Anak Dalam mampu beralih profesi, mendapatkan keahlian baru, dan mendongkrak penghasilan harian mereka," jelas dia.

 



Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Pemkab Merangin salurkan bantuan sosial dan jaringan listrik sasar SAD

Pewarta: Agus Suprayitno
Editor : Siri Antoni

COPYRIGHT © ANTARA 2026