......Penutupan perusahaan ini hanya bersifat sementara, paling lama satu tahun, dan setelah mencapai periodenya perusahaan dapat memperpanjang izin operasional kembali......Jambi (ANTARA Jambi) - Sebanyak 37 perusahaan batubara, di Provinsi Jambi, mengajukan tutup sementara ke Pemerintah Provinsi karena turunnya harga batubara.
"Perusahaan batubara yang tercatat saat ini total ada 43 perusahaan, namun 37 perusahaan yang mengajukan tutup sementara dan enam lagi saat ini masih beroperasi," kata Kepala Bidang Pertambangan Umum, Dinas ESDM, Provinsi Jambi, Abdul Salam Lubis, di Jambi, Kamis.
Dijelaskannya, salah satu penyebab banyaknya perusahaan yang memilih tutup karena harga batubara asal Provinsi Jambi saat ini hanya berkisar diantara 16-23 US dolar per ton. Harga tersebut tentunya sangat jauh dengan ongkos produksi yang mencapai angka antara 19-25 US dolar per ton.
"Penutupan perusahaan ini hanya bersifat sementara, paling lama satu tahun, dan setelah mencapai periodenya perusahaan dapat memperpanjang izin operasional kembali," katanya.
Sebelumnya, lanjutnya, harga batubara Provinsi Jambi mencapai angka 43 US dolar per ton. Dan untuk penutupan perusahaan ini bukan atas permintaan pemerintah Jambi, melainkan atas kemauan perusahaan sendiri.
Dia menambahkan, dengan banyaknya perusahaan batubara yang tutup sementara, dipastikan target Dana Bagi Hasil (DBH) dari sektor pertambangan batubara tidak akan tercapai. Padahal tahun ini Pemprov Jambi menargetkan DBH dari sektor pertambangan batubara sebesar Rp272 miliar.
"Kita ditarget dapat menyumbangkan Rp272 miliar dari sektor batubara, namun selama satu semester ini (Januari-Juni) baru terrealisasi sekitar Rp32 miliar. Tentunya angka ini masih jauh dari target," kata Abdul Salam. (Ant)
Pewarta: gressi PlasmantoUploader : Ariyadi
COPYRIGHT © ANTARA 2026