Jambi (ANTARA Jambi) - Pemerintah Kota (Pemkot) Jambi melalui Dinas Pertanian Peternakan Perikanan dan Kehutanan (DP3K) menerapkan sistem tanam padi jajar legowo sebagai upaya mengoptimalkan produksi padi di daerah itu.

"Dengan sistem tanam jajar legowo itu produksi padi akan meningkat dan kita juga akan mengupayakan dengan mengintensifkan penanganan  gangguan hama seperti wereng dan tikus," kata Kepala DP3K Kota Jambi Irwansyah, Senin.

Penanaman padi dengan sistem tersebut dilakukan oleh petani yaitu dengan cara mengatur jarak tanam antar benih dan sistem seperti terbukti dapat meningkatkan hasil produksi padi.

"Kita dorong kelompok petani pada saat musim tanam supaya dapat menerapkan sistem tanam jajar legowo itu," kata dia.

Melalui sistem tersebut, nantinya pada saat musim panen produktivitas sawah di Jambi ditargetkan dapat menghasilkan sebanyak 9,6 ton gabah kering per hektare.

"Secara keseluruhan kami menargetkan produksi padi dari potensi lahan persawahan itu sebanyak 5.200 ton gabah kering giling (GKG)," katanya menjelaskan.

Irwansyah mengatakan sasaran luas tanam sawah di Kota Jambi yakni seluas 1.600 hektare yang tersebar disejumlah kecamatan. Diantaranya Danau Teluk, Telanaipura dan Kecamatan Jambi Timur.

"Dari sasaran tanam seluas 1.600 hektare itu yang optimal sekitar 1.400 hektare, karena faktor alam seperti banjir dan juga kekeringan. Sebab umumnya sawah di daerah Jambi sistemnya tadah hujan," katanya menambahkan.



Pewarta: Gresi Plasmanto
Uploader : Ariyadi

COPYRIGHT © ANTARA 2026