Jambi (ANTARA) - Gubernur Al Haris minta seluruh kepala daerah (bupati dan walikota) di provinsi itu untuk serius membenahi sistem pertanian agar hasil panen petani bisa meningkat.
"Pemerintah kabupaten dan kota harus bersinergi membenahi sistem pertanian, sesuai dengan keinginan presiden yang telah dituangkan dalam asta cita," kata Gubernur Jambi di Kerinci, Selasa.
Ia mengatakan, kolaborasi sangat dibutuhkan demi mewujudkan swasembada pangan secara nasional sesuai dengan keinginan pemerintah pusat yang sering didengungkan oleh Bapak Presiden Prabowo Subianto.
Gerakan tanam padi yang baru dilakukan di Desa Pungut Ilir Kecamatan Air Hangat Timur Kabupaten Kerinci ini, kata dia, merupakan salah satu bentuk komitmen pemerintah dan petani dalam mewujudkan cita-cita presiden di bidang ketahanan pangan.
Lanjut gubernur, pemerintah menargetkan pada 2027 tidak lagi mendapatkan (impor) beras dari luar negeri. Kebutuhan pangan cukup diproduksi dari dalam negeri tanpa ketergantungan dari negara lain.
Kabupaten Kerinci sejak dulu dikenal sebagai daerah penghasil padi terbesar, menjadi penopang Provinsi Jambi dari sektor pertanian termasuk padi.
Gubernur berharap, kedepannya tidak ada lagi alih fungsi lahan pertanian untuk kepentingan lain, karena akan berdampak langsung terhadap produksi pangan.
"Saya ingatkan tidak ada alih fungsi, jika lahan sawah berubah fungsi hasil produksi akan terganggu. Ini yang harus kita jaga bersama," katanya.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jambi penghitungan produksi beras Provinsi Jambi pada 2024 mencakup, luas panen 61,63 ribu hektare, produksi gabah kering giling (GKG) 281,02 ribu hektare, produksi beras 162,56 ribu ton, konsumsi beras masyarakat Provinsi Jambi 324,46 ribu ton. Secara umum Jambi masih kekurangan produksi beras mencapai 161,90 ribu ton.
Pewarta: Nanang MairiadiEditor : Siri Antoni
COPYRIGHT © ANTARA 2026