Jambi (ANTARA) - Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Provinsi Jambi mengajak perusahaan-perusahaan minyak dan gas bumi (migas) di provinsi tersebut untuk mendukung prestasi olahraga Jambi di PON 2028 di NTT dan NTB.
Untuk itu, KONI Jambi menjalin pertemuan dengan beberapa pihak salah satunya perusahaan migas PetroChina International Jabung Ltd.
Ketua Umum KONI Provinsi Jambi Mat Sanusi mengatakan di Jambi, Jumat, langkah tersebut diambil mengingat waktu pelaksanaan PON 2028 sudah dekat. Oleh karena itu, menurut dia, perlu mengajak berbagai pihak untuk meningkatkan prestasi atlet.
Dalam pertemuan dengan PetroChina, KONI memaparkan sejumlah langkah sistematis terkait program pembinaan atlet, kebutuhan sarana latihan, serta roadmap prestasi untuk cabang olahraga unggulan Jambi.
Hal itu menjadi krusial setelah prestasi Jambi mengalami penurunan pada PON Aceh-Sumut 2024 dibandingkan capaian di PON Papua 2021.
Sanusi juga menegaskan waktu menuju PON XXII 2028 sudah semakin dekat dan untuk kegiatan PON di NTB - NTT tidak lama lagi, efektifnya tinggal dua tahun.
"Jika tidak segera diambil langkah kami melihat kalau seperti ini kendalanya, mungkin prestasi juga bisa menurun," kata Mat Sanusi.
Menyikapi kondisi tersebut, dia melanjutkan, KONI Jambi tengah merancang strategi alternatif. Meski Porprov batal digelar, pihaknya berencana tetap mengagendakan kejuaraan untuk cabang olahraga potensial peraih medali emas, perak, dan perunggu di PON mendatang.
Sanusi pun mengutarakan soal kebijakan "bapak angkat" untuk cabang-cabang olahraga di Jambi.
"Jadi kami berpikir dan berupaya agar cabang-cabang olahraga Jambi mempunyai bapak angkat. Selain PetroChina, akan ada juga perusahaan-perusahaan lain yang kami ajak bersama-sama meningkatkan prestasi olahraga di Provinsi Jambi," tutur Sanusi.
Gagasan “bapak angkat” untuk cabang olahraga itu mendapat dukungan penuh dari Dewan Penyantun KONI Jambi.
Sekda Provinsi Jambi yang juga Ketua Dewan Penyantun, Sudirman, menyebut langkah ini sebagai upaya konkret mengatasi keterbatasan APBD.
"Itu gagasan KONI bersama kami dewan penyantun terkait dengan upaya meningkatkan prestasi olahraga di Provinsi Jambi," kata Sudirman.
Sudirman, pihaknya menyadari dengan alokasi anggaran yang terbatas tentunya akan memberikan keterbatasan bagi prestasi atlet Provinsi Jambi.
"Oleh karena itu kita butuh kontribusi pihak ketiga, khususnya pihak swasta kiranya juga ikut terlibat dalam meningkatkan prestasi olahraga di Provinsi Jambi," ujar Sudirman.
Dari hasil diskusi dengan pihak swasta, disepakati pula pelibatan dukungan perlu diperluas ke Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) sebagai induk dari PetroChina.
"Jadi, SKK Migas itu tidak hanya PetroChina, mereka juga punya anak-anaknya yang lain seperti Pertamina, Jadestone dan lain-lain. Nanti direncanakan ada pertemuan lagi untuk membahas peran SKK Migas dalam prestasi olahraga Jambi," kata Sudirman.
Selain sektor migas, Pemprov Jambi dan KONI juga akan menindaklanjuti komunikasi dengan pihak swasta lain. Tujuannya agar skema kolaborasi pembinaan atlet bisa berjalan lebih luas dan berkelanjutan.
"Kami meyakini, dari pertemuan hari ini yang cukup positif dan direspon, mudah-mudahan nanti ada kontribusi konkret dari SKK Migas termasuk juga KKKS dalam partisipasi peningkatan prestasi olahraga di Provinsi Jambi," tutur Sudirman.
Pewarta: Nanang Mairiadi/RilisEditor : Nanang Mairiadi
COPYRIGHT © ANTARA 2026