Kota Jambi (ANTARA) - Pemerintah Kota Jambi melalui Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (Perkim) mengkaji Program Tiga Juta Rumah untuk mendukung Asta Cita pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

"Kita mendukung Asta Cita pemerintahan pusat dan program tersebut bagian dari salah satu 11 Program Kota Jambi Bahagia yang telah disusun oleh Wali Kota Jambi," kata Kepala Dinas Perkim Kota Jambi Mahruzar di Jambi, Jumat.

Program Tiga Juta Rumah bertujuan untuk mengurangi defisit perumahan atau menyediakan rumah layak huni dan terjangkau bagi masyarakat ekonomi bawah, memperbaiki kesejahteraan serta mendukung pertumbuhan ekonomi.

Menurut dia, program pembangunan tiga juta rumah bagi masyarakat kurang mampu saat ini sedang dalam tahap kajian, baik dari sisi mekanisme pelaksanaan maupun potensi kerja sama dengan pihak swasta melalui program Tanggung Jawab Sosial Perusahaan (CSR), Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS), maupun pendanaan dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

"Pengadaan lahannya juga sedang dipelajari sebagai bagian dari perencanaan Program Tiga Juta Rumah," katanya.

Implementasi tiga juta rumah akan dilakukan di kawasan pedesaan, perkotaan dan wilayah pesisir.

Program Tiga Juta Rumah menyasar masyarakat miskin, seperti kelompok masyarakat yang tidak memiliki rumah sama sekali atau memiliki rumah namun tidak layak huni.

Saat ini Kota Jambi memiliki lebih dari 4.000 unit rumah tidak layak huni (RTLH) dari periode Januari hingga Juli 2025.

Pemerintah setempat menargetkan perbaikan sekitar 82 unit rumah tidak layak huni pada 2025.

Kriteria rumah yang akan dibangun yaitu atap sudah bocor, lantai masih tanah dan dinding yang sudah bolong. Kemudian, calon penerima manfaat program bedah rumah harus terverifikasi dalam data terpadu kesejahteraan sosial (DTKS) yang dimiliki Kementerian Sosial.

"Rumah tidak layak huni harus ditangani semua, namun keterbatasan anggaran sehingga kita menyediakan sesuai alokasi dana yang ada," kata Mahruzar.

 



Pewarta: Agus Suprayitno/Melli Andani
Editor : Siri Antoni

COPYRIGHT © ANTARA 2026