Jambi (ANTARA) - Fakultas Pertanian Universitas Jambi (Unja) mengadakan kegiatan pengabdian masyarakat yang bermanfaat, berupa pelatihan pembuatan kompos gulma paitan yang difermentasi dengan trichoderma untuk kelompok tani dan warga di Desa Kasang Kota Karang, Kecamatan Kumpeh Ulu, Kabupaten Muaro Jambi.
Ketua Pengabdian Pada Masyarakat (PPM) Prof Dr Ir Budiyati Ichwan, di Jambi Rabu mengatakan pelatihan ini digelar untuk memajukan Kelompok Tani Bina Lestari dengan 20 anggotanya bersama ibu di RT yang menjadi peserta.
Pengabdian kepada Masyarakat merupakan dharma ketiga dari Tridharma Perguruan Tinggi. PPM tidak hanya menjadi mediator penyebaran pengetahuan dan inovasi, dosen juga harus berupaya menerapkannya untuk memajukan kesejahteraan masyarakat dan mencerdaskan kehidupan bangsa.
"Melalui implementasi pengetahuan dan teknologi dalam kehidupan masyarakat, dosen dapat menciptakan dampak nyata bagi masyarakat," kata Budiyati.
Kegiatan ini dengan menjelaskan maksud dan tujuan dilakukannya PPM, kemudian menjelaskan tentang peran trichoderma dalam proses pengomposan serta manfaat kompos bagi perbaikan tanah dan pertumbuhan tanaman.
“Teknologi pengomposan adalah awal dari rangkaian kegiatan yang lebih besar, karena akan dilanjutkan dengan kegiatan lainnya berupa pendampingan pengemasan, pelabelan, uji laboratorium, pengurusan SNI, dan pemasaran kompos,” ujar Prof. Budiyati.
Dia juga berharap hasil dari kegiatan ini memberi dampak yang positif bagi penguatan ekonomi keluarga dan masyarakat di desa Kasang Kota Karang.
Unja akan terus mendampingi warga agar kompos yang dihasilkan tidak hanya dipakai untuk kebutuhan sendiri, tetapi bisa menjadi peluang usaha yang berkelanjutan. Kegiatan ini juga mendukung pencapaian tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), terutama dalam bidang pertanian, lingkungan, dan pemberdayaan ekonomi keluarga.
Selain pelatihan juga dilakukan demostrasi teknologi pengomposan dengan menggunakan trichoderma, yang melibatkan partisipatisi aktif seluruh anggota kelompok tani. Mitra PPM sangat antusias mengikuti kegiatan ini, terlihat dari keaktifan pada saat diskusi, yang dilanjutkan dengan keikutsertaan mereka dalam setiap tahapan kegiatan, mulai mencacah bahan baku kompos dengan mesin pencacah, dan membuat tumpukan kompos lapis demi lapis sampai selesai.
Budiyati Ichwan juga menambahkan bahwa edukasi dan implementasi ini memerlukan kerja sama dan partisipasi aktif dari semua pihak, baik itu dosen, institusi pendidikan, mahasiswa, masyarakat, maupun pemerintah.
Kolaborasi aktif, pendekatan holistik dan berkelanjutan serta evaluasi rutin diharapkan dapat memaksimalkan peran dan tugas dosen dalam menjalankan PPM, sehingga PPM yang dihasilkan dapat menciptakan dampak nyata bagi masyarakat.
Pewarta: Melli Andani/Nanang MairiadiEditor : Nanang Mairiadi
COPYRIGHT © ANTARA 2026