Jambi (ANTARA) - Komunitas Rangkul Teman Tanpa Kekerasan (Retas) mahasiswa Program Studi Psikologi Universitas Jambi (Unja) menyelenggarakan program psikoedukasi dan pelatihan Dukungan Sosial dan Peer Konselor di Lapas Perempuan Kelas II B Jambi.

"Kegiatan ini diikuti 10 petugas lapas, 30 warga binaan serta mahasiswa Psikologi Unja yang bertindak sebagai fasilitator kegiatan," kata Dosen Psikologi Unja Rion Nofrianda, M.Psi, di Jambi, Senin.

Kegiatan itu dihadiri Kasi Pembinaan Narapidana dan Kegiatan Kerja (Binadik dan Giatja) Lapas Perempuan Kelas IIB Jambi Ria Rachmawati, sedangkan dari pihak akademisi hadir dosen pengampu mata kuliah Asesmen dan Intervensi Komunitas Unja Rion Nofrianda, M.Psi., dan Psikolog M Tri Firia Chandra.

 

Kegiatan ini juga menghadirkan pemateri, Dessy Pramudiani dan Beny Rahim, dimana program ini merupakan bagian dari pemenuhan tugas mata kuliah asesmen dan intervensi komunitas, sekaligus tindak lanjut dari komunikasi Retas yang telah terbentuk sejak tahun 2024.

Sebelum kegiatan dilaksanakan, tim Retas melakukan asesmen awal berupa wawancara dan observasi terhadap warga binaan maupun petugas lapas untuk merancang intervensi yang sesuai dengan kebutuhan mereka.

Kegiatan ini terbagi menjadi dua sesi utama. Sesi pertama diisi dengan materi psikoedukasi dukungan sosial yang bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada warga binaan dan petugas mengenai pentingnya saling mendukung dalam menghadapi tekanan psikologis.

Sesi kedua, dilanjutkan dengan pelatihan peer counselor, dimana peserta dibekali keterampilan dasar untuk menjadi pendamping sebaya yang dapat memberikan dukungan emosional maupun motivasi di lingkungan lapas.

Ketua Komunitas Retas, Gilang yang juga mahasiswa Universitas Jambi itu menyampaikan apresiasi atas kerja sama yang terjalin dan berterima kasih atas izin dan sambutan baik dari pihak LPP Kelas IIB.

Ia berharap kegiatan ini dapat bermanfaat bagi sebagai pengalaman, sekaligus memberi manfaat bagi petugas Lapas maupun warga binaan yang mengikuti kegiatan ini.

Sementara itu, pihak Lapas Perempuan Kelas IIB Jambi yang diwakili oleh Ria Rachmawati menyampaikan dukungannya dan berharap kegiatan ini bisa menjadi bagian dari proses pembinaan yang memberikan dampak positif bagi para warga binaan, terutama dalam hal membangun kesadaran tentang pentingnya saling mendukung dan menjaga kesehatan mental.

 

 

Dosen pengampu, Rion Nofrianda menekankan pentingnya ruang belajar yang inklusif dan Unja melihat pentingnya memberikan ruang belajar bagi warga binaan agar mereka bisa memahami konsep dukungan sosial, mengenali sumber-sumber dukungan di sekitar mereka, dan pada akhirnya dapat membangun hubungan yang lebih sehat satu sama lain,

Pemateri, Dessy Pramudiani menambahkan dukungan sosial menjadi aspek penting dalam menghadapi situasi penuh keterbatasan, dimana dalam kondisi yang penuh keterbatasan seperti ini, dukungan dari orang-orang terdekat sangat berpengaruh terhadap kondisi psikologis seseorang. Oleh karena itu, penting untuk saling mendukung satu sama lain.



Pewarta: Nanang Mairiadi
Editor : Siri Antoni

COPYRIGHT © ANTARA 2026