Kota Jambi (ANTARA) - Balai Pelaksana Penyediaan Perumahan dan Kawasan Permukiman (BP3KP) Sumatera (Jambi-Bengkulu) berencana gandeng perguruan tinggi dalam rangka akselerasi program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) di Provinsi Jambi.
"Saya berharap tahun 2026 bisa terealisasi kerja sama itu, kemarin kita mengajak empat (perguruan tinggi), UNAJA, UNBARI, UIN dan UNJA, misalnya nanti perguruan tinggi lain berkenan mendorong dan mendukung nanti akan kita Tegaskan dengan kesepakatan (MoU)," kata Kepala BP3KP Wilayah IV, M Arifman, di Jambi, Selasa.
Dia menjelaskan kolaborasi itu untuk memudahkan program bantuan perumahan bagi masyarakat tidak mampu, mengingat saat ini Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) memiliki keterbatasan sumber daya manusia di daerah.
Mahasiswa dari perguruan tinggi yang sedang melaksanakan kegiatan kuliah lapangan akan dilibatkan dalam proses verifikasi, termasuk membantu proses perencanaan dan pengawasan pembangunan BSPS.
Ia mengatakan kerja sama tersebut akan diperkuat dengan kesepakatan bersama antara Kementerian PKP dan perguruan tinggi.
"Sumber daya manusia kita saat ini hanya 30 orang, kita dituntut verifikasi harus lengkap dan jelas, dengan jumlah itu kerja akan berat. Kita gandeng perguruan tinggi untuk membantu karena konsep kita menganut gotong royong, kemudian mata kuliah yang berkaitan bisa menjadi nilai tambahan," katanya.
Ia menjelaskan bahwa khusus di Provinsi Jambi, backlog kepemilikan rumah mencapai 130 ribu unit. Pemerintah pusat memastikan pada 2026, setiap kabupaten/kota mendapat 200 unit program BSPS.
Jatah bantuan bisa meningkat apabila ada dorongan dari pemerintah daerah dan usulan anggota Komisi V DPR RI. Angka sementara (estimasi), Kementerian PKP tahun depan mengalokasikan bantuan 400 ribu unit, setiap provinsi akan mendapat jatah lebih kurang 10 ribu rumah.
"Yang jelas di awal sudah dapat 200, untuk besarannya tergantung dari komisi V, backlog jambi sekitar 130 ribuan, Angka pastinya jumlah penerima keluar antara Februari atau Maret," katanya.
