Kota Jambi (ANTARA) - Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Provinsi Jambi menjadikan Asrama Haji sebagai pusat penjualan perlengkapan haji dan umrah bagi calon jamaah di wilayah setempat.

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Provinsi Jambi Wahyudi Abdul Wahab di Jambi, Jumat, mengatakan konsep tersebut sejalan dengan arah kebijakan baru penyelenggaraan ibadah haji yang menekankan optimalisasi ekosistem ekonomi haji melalui pemanfaatan Asrama Haji, agar tidak hanya menjadi tempat pemberangkatan dan pemulangan jamaah, tetapi juga memberi dampak ekonomi yang berkelanjutan.

"Asrama haji harus mampu bertransformasi, tidak hanya sebagai lokasi transit jamaah, tetapi juga sebagai pusat layanan dan aktivitas ekonomi yang mendukung penyelenggaraan haji dan umrah," katanya.

Menurut dia, konsep baru penyelenggaraan ibadah haji hadir seiring keberadaan Kementerian Haji dan Umrah yang menempatkan penguatan ekosistem ekonomi haji sebagai salah satu unsur terpenting dalam mendukung pelayanan dan pemenuhan kebutuhan jamaah.

"Kami akan membangun dan mengaktifkan kembali konter layanan bagi calon jamaah haji dan umrah agar pembelian berbagai keperluan ibadah, mulai dari perlengkapan hingga kebutuhan pendukung lainnya, dapat dilakukan secara terpusat di asrama haji sehingga memudahkan jamaah dalam mempersiapkan keberangkatan," kata Wahyudi.

Pihaknya juga merintis pembangunan Klinik Pratama di Asrama Haji agar proses vaksinasi jamaah umrah dapat dilakukan langsung di lokasi tersebut.

Wahyudi mengatakan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) Asrama Haji pada tahun 2025 mencapai hingga Rp800 juta, melampaui target sekitar Rp700 juta, sehingga aset Asrama Haji dapat dioptimalkan untuk memberikan dampak ekonomi.

"Kami ingin menjadikan Asrama Haji sebagai pusat layanan terpadu layaknya mal, sehingga seluruh kebutuhan haji dan umrah dapat dipenuhi di satu kawasan, sekaligus upaya menyelesaikan dan mengoptimalkan Asrama Haji yang sebelumnya mangkrak," kata dia.

 



Pewarta: Agus Suprayitno/Melli Andani
Editor : Siri Antoni

COPYRIGHT © ANTARA 2026