Belitung (ANTARA) -  ‎Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel memastikan penyaluran Bahan Bakar Minyak (BBM) di wilayah Pulau Belitung, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung tetap berjalan terkendali dan aman.

‎"Perusahaan terus melakukan berbagai langkah mitigasi guna menjaga kelancaran distribusi BBM, seiring adanya dinamika operasional serta pengaruh kondisi cuaca di jalur perairan," kata Area Manager Communication, Relation dan CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel, Rusminto Wahyudi dalam keterangan resmi yang diterima ANTARA di Tanjungpandan, Belitung, Rabu.

‎Ia mengatakan, Pertamina berkomitmen untuk memastikan kebutuhan energi masyarakat tetap terpenuhi. Berbagai upaya telah dan terus dilakukan melalui penguatan koordinasi, optimalisasi distribusi, serta pengawasan penyaluran BBM di lapangan.

‎Ia menambahkan, selain itu, Pertamina juga memastikan bahwa stok BBM, khususnya produk Pertalite, dalam kondisi aman dan mencukupi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

‎Ketersediaan Pertalite terjaga di seluruh SPBU di Kabupaten Belitung, yakni SPBU 24.334.149, SPBU 24.334.164, SPBU 24.334.126, dan SPBU 24.334.147, serta di Kabupaten Belitung Timur yang meliputi SPBU 24.334.138, dan SPBU 24.334.109.

‎"Pemantauan stok dan penyaluran dilakukan secara berkala guna memastikan pelayanan kepada masyarakat tetap optimal," ujarnya.

‎Disampaikan, untuk menjaga ketertiban dan kenyamanan layanan di SPBU, Pertamina menyiagakan petugas guna melakukan marshalling atau pengaturan antrean kendaraan, sekaligus memastikan proses penyaluran BBM berjalan sesuai ketentuan yang berlaku.

‎Selain itu, Pertamina juga menyediakan produk BBM non-subsidi sebagai alternatif bagi masyarakat.

‎Ia mengimbau masyarakat untuk membeli BBM subsidi secara bijak dan sesuai kebutuhan, tetap tenang, serta tidak melakukan pembelian berlebihan. Pertamina berkomitmen untuk terus memberikan pelayanan terbaik dan menjaga keandalan pasokan energi di wilayah Pulau Belitung.

‎"Apabila masyarakat menemukan indikasi kendala penyaluran atau membutuhkan informasi lebih lanjut, dapat menghubungi Pertamina Contact Center 135," katanya.



Pewarta: Apriliansyah
Uploader : Ariyadi

COPYRIGHT © ANTARA 2026