Kabupaten Kerinci (ANTARA) - Bupati Kerinci Monadi menilai ritual adat "Kenduri Sko" merupakan bagian dari upaya merawat kearifan lokal sebagai identitas kebudayaan warisan leluhur yang mengajarkan norma adat, agama dan sosial kemasyarakatan dalam bingkai pembangunan.

"Kenduri Sko merupakan simbol persatuan dan kebersamaan masyarakat. Melalui adat, kita diajarkan gotong royong, sopan santun, serta penghormatan terhadap sesama. Nilai-nilai adat inilah yang tidak lekang oleh panas dan tidak lapuk oleh hujan," kata Monadi pada kegiatan adat Kenduri Sko di Siulak, Kerinci, Sabtu.

Ia memastikan, kegiatan tersebut bukan sekadar tradisi seremonial, melainkan warisan budaya leluhur yang sarat nilai kearifan lokal dan menjadi jati diri masyarakat Kerinci.

Untuk itu, adat dan agama harus berjalan seiring sebagai fondasi dalam membangun masyarakat yang beradab dan bemarwah. Dengan berkeyakinan bahwa adat bukan penghambat pembangunan, melainkan pondasi moral yang memberi arah dan makna bagi kemajuan daerah.

Sebagai bentuk komitmen pemerintah daerah, Monadi memastikan Pemerintah Kabupaten Kerinci akan terus mendukung pelestarian adat dan budaya lokal sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari pembangunan daerah.

Gubernur Jambi Al Haris, saat hadir dalam kegiatan ritual itu, menekankan bahwa keberadaan adat istiadat memiliki peran strategis dalam mendukung sistem hukum di Indonesia, khususnya melalui pendekatan keadilan restoratif (restorative justice).

"Adat memiliki peran penting dalam menyelesaikan persoalan di tengah masyarakat melalui musyawarah di tingkat bawah, sebelum sampai ke aparat penegak hukum. Inilah bentuk restorative justice yang hidup dan tumbuh di masyarakat kita," katanya.

Menurutnya, penyelesaian masalah melalui hukum adat tidak hanya menjaga rasa keadilan, tetapi juga memperkuat persatuan dan keharmonisan sosial.

"Ketika adat ditegakkan secara adil dan bijaksana, stabilitas sosial akan terjaga. Ini menjadi kekuatan besar dalam mendukung penegakan hukum nasional dan pembangunan daerah," tegas gubernur.

Tradisi adat Kenduri Sko Luhah Depati Intan Siulak Mukai ini menjadi momentum penting dalam menjaga kelestarian budaya, mempererat silaturahmi antara pemerintah dan masyarakat adat, serta meneguhkan Kerinci sebagai daerah yang beradat, bermartabat, dan berkarakter.



Pewarta: Agus Suprayitno
Editor : Siri Antoni

COPYRIGHT © ANTARA 2026